Nenek 81 Tahun di Sekap dan Harta Milik Korban di Bawa Kabur

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan dalam Konfrensi Pers terkait penangkapan pelaku curas

KBRN, Bengkalis : Satuan Reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Bengkalis berhasil meringkus tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada 3 September lalu di Jalan kelapapati laut Desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Dengan kesigapan tim satreskrim tiga pelaku ditangkap  tanpa ada perlawanan dari tiga pelaku dua telah diamankan, dan satu penadah pemilik toko mas di siak kecil sedangkan otak pelaku dan seorang wanita yang membantu menjual barang curian masih buronan dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dua pelaku Curas yang diamankan yakni inisial  A (15 tahun) warga Kabupaten Bengkalis dan F (18 tahun) merupakan warga Lubuk Garam Kecamatan Siak Kecil sementara otak pelaku masih DPO.

Sementara satu orang lain adalah M (28 tahun) pengusaha Toko Emas Jalan Sabauk,Kecamatan Siak Kecil merupakan penadah. 

Tindakan pelaku dengan menganiaya korban dengan cara menyekap korban seorang nenek (81 tahun) dengan mengikat kaki, tangan dan menutup mulut korban serta membawa kabur sepeda motor dan perhiasan milik korban. 

Hal ini di katakan Kapolres AKBP Hendra Gunawan,S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi dan KBO IPTU Renaldi dalam konfrensi pers di Mapolres Bengkalis, Rabu,(23/9/2020).

Dikatakan Hendra Gunawan awal bulan September lalu, pihaknya mendapatkan laporan terkait dugaan curat dilakukan pelaku. Korbannya disekap di dalam rumah kos milik korban. 

"Tanggal 3 September 2020, ada seorang ibu yang tidak diketahui namanya memberitahu kepada pelapor bernama Wilki bahwa neneknya disekap oleh orang tidak dikenal di dalam sebuah rumah di samping Pasar Terubuk Bengkalis. Pelapor menuju rumah kos korban dan menemukan neneknya dalam keadaan luka-luka dengan mulut dan telinga mengeluarkan darah serta sepeda motor dan cicin emas sebanyak lima buah dibawa kabur oleh pelaku diduga berjumlah tiga orang, "ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK.

Berawal dari laporan tersebut, dijelaskan Kapolres, pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan. Didapatkan setidaknya tiga nama pelaku. Kemudian polisi melakukan penangkapan. 

" A kita tangkap di rumahnya 14 September 2020. Dari A diamankan barang bukti sepeda motor milik korban, motor digunakan untuk melakukan kegiatannya kejahatan. Kemudian kita menangkap F di Bengkalis serta M yang di duga sebagai penadah, "terang Kapolres. 

Kapolres menegaskan, dalam kasus Curas itu pihak masih mengejar dua tersangka lainnya yang kini masuk DPO. Yaitu Fadli merupakan otak dari aksi kejahatan dan seorang ibu yang belum diketahui indentitas sebagai perantara menjual barang hasil kejahatan pelaku. 

"Mereka menitipkan barang curian emas kepada ibu yang tidak mereka kenali untuk menjualnya di toko mas milik M. Mereka mengamati ibu tersebut dalam menjual, penjualan Rp3,5 Juta. Hanya saja Ibu itu kemudian menyerahkan uang Rp2,5 Juta kepada A dan mendapatkan upah Rp500 ribu, "imbuh Kapolres. 

Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan  penyekapan terhadap korban berawal dari modus para pelaku ingin ngontrak Kos-kosan milik korban. Pelaku lantas mengajak korban melihat kondisi kosan yang ingin ditempati. 

"Berpura-pura ingin mengontrak kosan milik ibu tersebut. Aktivitas korban sudah diintif pelaku sebelumnya termasuk perhiasan digunakan korban. Korban mengajak ibu ini melihat kondisi kosan dan membujuk masuk kedalam rumah. Waktu itu pelaku langsung menyekap dan mengikat kaki tangan dan menutup mulut korban, "katanya. 

Adapun barang bukti kejahatan diamankan berupa satu gulung tali plastik dan kabel untuk mengikat korban, 5 lembar faktur jual beli emas, STNK honda beat dan BPKB milik korban, helm dan baju digunakan pelaku saat beraksi. Akibat perbuatan, para pelaku terancam 12 Tahun penjara.

"Untuk pelaku dibawah unur kita kenakan uu anak dengan hukuman setengah dari orang dewasa,"kata Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat terutama para ibu rumah tangga untuk tidak menggunakan perhiasannyang menjolok karena akan memancing pelaku tindak kejahatan.

Ditambahakan Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi bahwa kondisi korban saat mulai membaik dan kita akan lakukan pengejaran terhadap dua pelaku lagi, untuk pelaku yang masih dibawah umur dikatakan meki sudah pernah terjerat kasus pencabulan beberapa tahun lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00