Kawanan Pelaku Curat Pipa PT.CPI di Tangkap Polres Bengkalis

Kawanan TP Curat Pipa PT.CPI di Tangkap Jajaran Polres Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Tiga kawanan pencurian dengan pemberatan (curat) di perusahaan Cevron Pasifik Indonesia (CPI) di Mandau Kabupaten Bengkalis berhasil diamankan Jajaran Mapolres Bengkalis. 

Tindak pidana Curat ini terungkap ketika adanya laporan masyarakat dan pihak korban yakni perusahaan minyak terbesar di Riau. 

Modus operasi jaringan tersebut merupakan pencurian besi atau pipa milik yang terbilang sudah diatur. Dikarenakan ada yang sebagai pemantau, sebagai eksekusi di lapangan, serta pemodal juga penampung untuk di wilayah Pangkal Pinang. 

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan saat dihubungi RRI,Senin (10/8/2020)  menyebutkan bahwa Manajemen PT. Nawakara Perkasa Nusantara (NPM) Wahab menjelaskan bahwa pengungkapan perkara curat tersebur berdasarkan laporan masyarakat.

"Dari hasil laporan dilakukan penyelidikan di lapangan. Jumat (7/8/2020) anggota Sat Reskrim Polres Bengkalis berhasil mengamankan 1 orang pelaku berinisial MS warga Kulim. Dari hasil keterangan MS kita mengamankan JN alias Ucok Labay warga Duri Kecamatan Mandau yang diduga sebagai otak pelaku,"kata Kapolres AKBP Hendra Gunawan yang didampingi Kasat Reskrim AKP Andri Setiawan. 

Dari hasil keterangan JN alias Ucok Labay kembali diamankan 2 orang terduga pelaku yang bertugas sebagai pemantau di lapangan berinisial Ucok Alis Iik dan UK.

"Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Ada yang sebagai eksekusi di lapangan, ada pemodal atau otak aksi pencurian dan pemantau di lapangan. JN alias Ucok Labay ini merupakan sebagai otak dan juga pemodal aksi pencurian tersebut. Dari keterangan sementara pelaku bahwa ada beberapa titik pencurian yang telah dilakukan. Untuk lokasi baru di wilayah Bekasap, Jurong Duri. PT. CPI selama 3 bulan ini mengalami kerugian lebih kurang Rp. 160 Juta, "jelasnya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Pipa flow line, selang las potong, tabung gas oksigen, tabung gas LPG 3 kilogram.

"Para terduga ini merupakan jaringan komplotan yang sudah hampir 3 bulan beraksi. Dari salah seorang terduga pelaku merupakan residivis. Untuk wilayah yang menjadi target yaitu wilayah hukum Polres Bengkalis serta wilayah hukum Polres Siak di wilayah Kandis dan juga Minas. Untuk penampung hasil curian berada di wilayah Pangkal Pinang Sumatra Utara (Sumut) dan masih dalam penyelidikan kita,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00