Bermodal Tusuk Gigi, Pelaku TP Berhasil Tarik Ratusan Juta Uang Nasabah di ATM

Konfrensi Pers Terhadap 3 pelaku pencurian uang nasabah di ATM

KBRN, Bengkalis : Tiga kawanan pelaku pencurian uang nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) yang beroperasi antar Kabupaten berhasil diringkus jajaran satuan Reskrim Polres dan tim Opsnal Polsek Mandau Bengkalis di Sumatera Barat.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan dalam jumpa pers, Rabu,(5/8/2020) di Mapolres Bengkalis menyebutkan  ketiga kawanan pelaku diamankan beserta barang bukti (BB).

"Anggota kita berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 orang pelaku tindak pidana pencurian uang nasabah dari beberapa lokasi ATM dengan modus mengganjal ATM nasabah yang ingin melakukan penarikan uang, dengan bermodalkan tusuk gigi dan gergaji besi kecil "ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan. 

Kepolisian Resor Bengkalis meringkus tiga pelaku spesialis pencurian dengan modus ganjal ATM. Tiga pelaku di tangkap adalah warga Sumatera Barat diantaranya LNH, HR dan DDA. 

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengatakan, ketiga pelaku di ringkus setelah melakukan aksi pada 5 TKP di wilayah Kecamatan Mandau dan sekitarnya. Tidak tanggung-tanggung, pelaku menguras hasil curian lewat ATM korbannya Rp356 Juta. 

Kasus pencurian modus ganjal ATM itu terungkap setelah ada korban melapor ke Polsek Mandau, 24 Juni 2020 karena kehilangan uang di rekening Bank Mandiri Rp159 Juta. 

"Pada tanggal 15 Juni 2020, korban melakukan pengambilan uang di Gerai ATM Mandiri SPBU Kulim KM 6 Lintas Duri-Dumai Desa Balai Makam Kecamatan Bathin Solapan. Saat korban memasukkan kartu ATM tidak bisa. Kemudian pelaku menawarkan untuk membantu korban dengan menanyakan pin kartu ATM korban. Kemudian korban percaya dengan bahasa dari pelaku dan memberikan ATM serta kode pin. Pelaku memasukan ATM ternyata tetap tidak bisa. Disitulah pergantian ATM korban dengan ATM yang disiapkan pelaku dilakukan, "kata Hendra.  

Sebelum beraksi, komplotan pencurian ini lebih dulu mengganjal ATM dengan tusuk gigi. Setelah korban kesulitan memasukan ATM, pelaku menawarkan bantuan. 

"Polsek Mandau melakukan penyelidikan, CCTV ATM dicek diperoleh bukti pelaku, " katanya lagi. 

Diutarakan Kapolres Bengkalis, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, ketiga pelaku berhasil diamankan di Padang, Sumatera Barat pada 28 Juli 2020.

"Kita amankan LNH dan HR. Kepada petugas mereka mengaku telah melakukan pencuri ganjal ATM. Kemudian dilakukan pengembangan ditangkap DDA. Hasil interogasi ternyata ada 5 TKP merupakan tempat mereka beraksi di wilayah Mandau. Korban pertama berhasil mereka ambil uangnya Rp159, korban kedua Rp68 juta, korban ketiga Rp102 Juta, korban di TKP keempat Rp, 5.4 Juta dan terakhir Rp20 Juta. Sehingga totalnya sekitar Rp359 Juta, "ujar Kapolres. 

Selain pelaku, petugas kepolisian Bengkalis berhasil mengamankan barang bukti 100 kartu ATM milik korban yang berhasil diambil pelaku, 6 unit telepon genggam, sisa uang curian Rp45 Juta dan barang yang dibeli pelaku dari hasil pencurian. 

Pelaku tambah Kapolres memiliki peran masing-masing, ada yang bertugas melakukan pengganjal ATM, mengawasi lokasi dan melobi korban karena kesulitan di ATM kemudian menukar kartu ATM dan menguras uang di rekening korban dengan cara transfer. Selain di Bengkalis, pelaku juga sudah beraksi disejumlah TKP di luar Bengkalis. 

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan, pelaku kini mendekam di rutan Polres Bengkalis dan terancam 7 Tahun penjara.

Kapolres Bengkalis berpesan jangan mudah percaya dengan orang yang kelihatannya baik begitu saja dan jangan memberikan nomor PIN pada. Siapapun di ATM, walaupun ditemukan ATM rusak, dan yang terpenting apabila kehilangan segera dilaporkan ke pihak berwajib.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00