Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor PN Bengkalis Sampaikan Rasa Kekecewaan Atas Putusan Bebas Nelayan WNA

Mahasiswa asal Kecamatan Bantan Geruduk Pengadilan Negeri Sampaikan kekecewaan atas Vonis Bebas Nelayan WNA yang masuk Perairan Indonesia

KBRN, Bengkalis : Puluhan mahasiswa dari Himpunan mahasiswa kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis,Riau mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis untuk menyampaikan rasa kekecewaannya pada penegak hukum yang telah memvonis bebas oleh PN Bengkali tiga nelayan asing asal malaysia, pada Selasa, 23 Juni 2020.

Koordinator Lapangan Asmawi bersama rekan-rekannya tiba di kantor PN Jalan Karimun pada Senin, 29 Juni 2020 pagi pukul 10;30 WIB dan mereka menyampaikan orasi kekecewaannya terhadap putusan PN yang memvonis bebas warga negara asing ( WNA) yang menurut mahasiswa mereka telah terang terangan masuk wilayah Indonesia dan mencuri ikan.

Asmawi usai menyampaikan orasi kepada RRI menyebutkan bahwa rasa kekecewaan terhadap vonis bebas kepada WNA  yang terang-terangan masuk wilayah kita dan mencuri ikan.

"Tuntutan kami adalah bagaimana para penegak hukum baik pengadilan negeri maupun jaksa mohon di ulang kembali terhadap tuntutannya, karena tuntutan tersebut lemah dan tolong diklarifikasi dan dituntut ulang," kata Asmawi.

Menurut mahasiswa banyak pasal-pasal yang bisa menjerat para nelayan asing yang masuk wilayah ini dan membuat efek jera bagi nelayan asing.

Ia juga menyampaikan bahwa penegakan hukum baik di Kejaksaan maupun Pengadilan Negeri Bengkalis menurutnya memvonis bebas tiga WNA asal Malaysia pencuri ikan itu merusak tatanan hukum di Indonesia. 

Menurut Asnawi bahwa jika penegakan hukum menjunjung tinggi tatanan hukum untuk memberikan efek jera terhadap pencuri ikan di wilayah NKRI. Bisa dijerat dengan pasal berlapis terhadap ketiga WNA asal Malaysia tersebut. Ini justru di bebaskan. 

"Kita dari Hempatan Bantan Bengkalis meminta kasus ini agar di adili kembali agar tiga WNA asal Malaysia pencuri ikan diperairan Muntai, Bantan Kabupaten Bengkalis agar di hukum sesuai UU no 45 tahun 2009 tentang perikanan dan berada diwilayan Zee," ucap Asnawi lagi. 

Kedatangan mahasiswa di PN di sambut wakil ketua PN Hendah Karmila Dewi, S.H, M.H didampingi Humas Mohd Rizky Musmar, S.H, dan Juru Bicara (Jubir) PN Zia Ul Jannah, S.H dan dilakukan pengawalan dari pihak kepolisian dari Polres dan Polsek Bengkalis dan berjalan tertib dengan mengikuti protokol kesehatan.

Waka PN Hendah Karmila menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh mahasiswa yang sudah datang ke PN Bengkalis di jalan Karimun ini dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi dan ungkapan rasa kekecewaan terhadap putusan bebas WNA yang masuk wilayah perairan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Indonesia.

Apa yang disampaikan minta hukuman tersebut diulang dan pelaku di penjara hal itu tentu tidak bisa dilakukan begitu saja, tetapi sudah ada prosedur yang bisa dilakukan.

"Karena ini putusan bebas maka yang dilakukan melalui kasasi, kasasi harus diajukan selama masa 14 hari sejak diputuskan, karena putusan tersebut sudah dibacakan ketua dewan hakim yang di pimpin Ketua Rudi Ananta Wijaya, S.H,M.H. Li dalam persidangan Selasa, 23 Juli lalu,"kata Hendah Karmila Dewi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00