Nekad Lakukan Aksi Demo Saat PSBB 4 Warga Kabupaten Bengkalis Berurusan Dengan Hukum

Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan didampingi Kasubag Humas dan Kanit Reskrim Polres Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan menyebutkan bahwa pihaknya saat ini telah mengamankan empat warga yang melakukan pelanggaran saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pada saat hari libir nasional serta tidak adanya pemberitahuan sebelumnya ke Polres Bengkalis, pada Kamis, (21/5/2020).

Aksi yang dilakukan di dua titik lokasi yakni lapangan tugu dan di depan kantor bupati Bengkalis dengan jumlah 10 orang tujuannya menyampaikan aspirasi terkait dengan menuntut keadilan terhadap salah seorang warga suku Sakai "Bongku yang terlibat kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan telah di vonis PN Bengkalis 1 tahun penjara.

Kasat Reskrim menyebutkan bahwa terhadap aksi yang dilakukan pada masa PSBB diberlakukan di Kabupaten Bengkalis, pihaknya telah mengamankan empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni RHS (23 tahun) warga kecamatan Bengkalis, MHR (21 tahun),MAA (21 tahun) dan MH (24 tahun) yang ketiganya warga Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis,Riau keempatnya punya peran yang berbeda.

"Ya kita telah mengamankan empat warga yang melakukan pelanggaran saat Kabupaten Bengkalis dalam keadaan PSBB, dan mereka menggelar aksi juga tanpa izin dari Polres Bengkalis padahal sebelumnya juga sudah diingatkan dan  tadi sudah masuk proses persidangan,"kata Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan didampingi kasubag Humas Iptu Buha purba serta Kanit Reskrim Rinaldi,Rabu,(27/5/2020) saat di konfirmasi.

Andre menambahkan terhadap ke empat tersangka di jerat dengan pasal 216 ayat (1) Jo pasal 218 KUHP pasal 10 UU RI nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum  dan pasal 5 ayat 4 huruf d peraturan Bupati Bengkalis nomor 39 tahun 2010 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan corona virus disease 2019 di Kabupaten Bengkalis dengan ancaman pidana paling lama 4 bulan penjara dan denda Rp9.000.

"Dari aksi mereka kami telah dapatkan barang bukti berupa 1 buah replika keranda mayat yang di balut dengan kain putih bertuliskan "KEADILAN" dan "KEMANUSIAAN",2 lembar sepanduk bertuliskan "SAVE BONGKU",1 lembar sepanduk warna putih yang bertuliskan "KAMISAN BENGKALIS",kartu tanda penduduk (KTP) masing-masing mahasiswa dan dua telepon genggam"sebut Andri Setiawan.

Kronologis kejadian

Pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 09.00 WIB, saksi mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah beredar di Media Sosial yaitu whatssapp tentang adanya AKSI KAMISAN yang isinyatentang ajakan/undangan untuk melakukan aksi solidaritas darigabungan Mahasiswa Bengkalis yang akan diadakan pada Kamis 21 Mei 2020 sekira pukul 15.00 WIB bertempat di kantor Bupati Bengkalis, setelah mendapat informasi tersebut saksi mencari tahu tentang informasi tersebut dan siapa yang akan turundalam aksi unjuk rasa tersebut,setelah itu saksi menemui Pelaku dan 3(tiga) orang kawan-kawannya di Taman Batu Ampar Bengkalis.

"Setelah saksi bertemu dengan pelaku dan kawan-kawannya, saksimemberi saran untuk membatalkan aksi unjuk rasa tersebut karenadi Kabupaten Bengkalis sedang diberlakukan PSBB (PembatanSosial Berskala Besar) dan bertepatan dengan hari libur Nasional serta tidak ada pemberitahuan ke Polres Bengkalis,"kata Kasat.

Namun pada pukul 16:00 WIB ternyata pelaku dan kawan-kawan yang berjumlah lebih kurang 10 orang berkumpul dilapangan tugu dengan membawa barang bukti yang telah diamankan. 

"Ternyata setelah dari lapangan tugu dengan sepeda motor mereka menuju kantor Bupati Bengkalis dan menyampaikan orasinya selama kurang lebih 10 menit dan padasaat itu juga kita meminta menghentikan kegiatannya serta meninggalkan barang bukti yang dibawa,"kata AKP Andre Setiawan.

Untuk kasus pelanggaran saat PSBB ini dikatakan kasat sudah melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk dilanjutkan pada proses persidangan.

Sampai berita ini diterbitkan persidangan secara online masih berlangsung di PN, Kejari dan Polres Bengkalis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00