Pelimpahan Lima Warga Rupat Jemput TKI dari Malaka Diserakan Imigrasi ke Kejari Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Kejaksaan negeri (Kejari) Bengkalis Selasa, (28/1/2020) menerima limpahan berkas, tersangka dan barang bukti (bb) kasus penyeludupan 12 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis.

Pelimpahan diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan, Azam Akhmad, SH di ruang tindak pidana umum (Pidum) . Kelima tersangka menjalani pemeriksaan jaksa penuntut sebelum berkas dinyatakan lengkap atau P21. 

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis Dimas Pramudito, S.IP, M.Si melalui Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Johnny Tunggul mengatakan, berkas ke lima tersangka sudah dinyatakan lengkap. Pihaknya mengajukan dua berkas untuk tersangka nahkoda dan ABK kapal pembawa TKI. 

"Hari ini kita melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti. Berkas terbagi dua untuk dua tekong dan ABK. Pasal kita kenalan Pasal 120 Undang undang Keimigrasian Nomor 6 tahun 2011 Tentang Penyeludupan Manusia.  Ancaman pidana paling singkat 5 tahun penjara maksimal 15 tahun, denda paling rendah Rp15 juta atau maksimal Rp1,5 miliar, "jelas Johnny. 

Johnny berharap, masyarakat Bengkalis dan sekitar tidak mudah tergoda dengan ajakan seseorang yang ingin memberikan pekerjaan di luar negeri tanpa mengikuti cara-cara prosedural. 

"Kepada masyarakat tolong hati-hati, jangan mudah tergoda dengan ajakan orang lain yang mengajak bekerja ke Malaysia atau Negara lainnya tanpa melewati jalur resmi. Akibatnya bisa kecelakaan laut dan tidak ada payung hukum kepada TKI yang non prosedural," pesannya. 

Sementara itu kuasa hukum yang mendampingi ke lima tersangka selama pemeriksaan di Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis Ahmad,SH menyebutkan dari penyidikan memang terungkap bahwa ke lima tersangka ini saling bekerja sama, maka pasal yang dikenakan untuk kelimanya sama.

"Dari perbuatan klaen nya kelimanya punya peran yang sama jadi pasalnya yang dikenakan juga sama yakni pasal 120 uu keigrasian,"kata Ahmad pada wartawan.

Kuasa Hukum ini menyebutkan untuk tuntutan tergantung Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dan pembelaan di pengadilan nantinya.

Diberitakan sebelumnya, Imigrasi Kelas II TPI Bengkali menetapkan 5  warga Pulau Rupat sebagai tersangka kasus tindak pidana keimigrasian.

Kelima tersangka masing-masing BD, MD, SY, EK dan JR itu diduga membawa 12 warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia ke Teluk Lecah melalui Selat Morong, Rupat, Bengkalis.

Dua unit speedboat tanpa nama, enam unit handphone milik nahkoda dan ABK diamankan dalam kasus tersebut. Penangkapan terhadap penyeludupan TKI itu dilakukan TNI AL yang kemudian kasusnya di limpahkan ke Imigrasi Bengkalis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00