BC Bengkalis Tetapkan Satu Tersangka, Kasus Penyelundupan Kayu Teki Ke Malaysia

KBRN, Bengkalis : Bea dan Cukai (BC) Bengkalis pasca penegahan dugaan penyelundupan kayu teki (bakau) dari Kepulauan Meranti ke Batu Pahat, Malaysia melalui Perairan Bengkalis,telah menetapkan satu tersangka yang harus bertanggungjawab, dari tiga awak kapal yang ikut diamankan petugas.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak kejaksaan dan kasus itu dari tiga awak kapal yang diamankan, sudah ditetapkan satu orang sebagai tersangka, dan dua orang dibebaskan," ungkap Kepala BC Bengkalis, Muhammad Munif ketika dihubungi wartawan, Senin (28/1/2019) siang. 

Tersangka yang ditetapkan tersebut adalah Nakhoda berinisial TH dan langsung dilakukan penahanan di Lapas Bengkalis. Meskipun sudah dilakukan penetapan tersangka, BC Bengkalis masih tetap melakukan upaya pengembangan.

"Kita juga masih lakukan pengembangan dan terkait kasus ini SPDP-nya juga sudah disampaikan ke kejaksaan," katanya lagi.

Sementara itu terkait dengan kerugian negara akibat tindak penyelundupan ini belum ditaksir. Dan apakah barang bukti ini akan dimusnahkan?, BC Bengkalis akan melimpahkan ke Kejaksaan Negeri dan Pengadilan yang akan menentukan.

Sebelumnya diberitakan, BC Bengkalis amankan satu unit kapal pompong atau kapal motor (KM) Berlian Motor muatan kayu teki diduga untuk diselundupkan ke Batu Pahat, Malaysia melalui Perairan Bengkalis, Senin (21/1/2019) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kapal pompong muatan kayu teki berisi sekitar 2.750 batang, diamankan petugas menggunakan kapal patroli 20004 BKO Kantor Wilayah Riau. 

Selain mengamankan barang bukti kayu teki, petugas turut mengamankan tiga orang awak kapal termasuk Nakhoda.

Kayu-kayu teki itu menurut pengakuan awak kapal berasal dari Kepulauan Meranti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00