Penadah Ditangkap, Pelaku Pencurian Pipa PT.PHR Turut di Amankan

Para pelaku penadah dan pencuri di PT.PHR Mandau

KBRN, Bengkalis: Satreskrim Polres Bengkalis bersama Polsek Mandau berhasil mengungkap perkara penadahan dan pencurian dengan pemberatan (Curat) di area kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) di kabupaten Bengkalis. Hal ini diungkap Kasatreskirim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi di dampingi Kapolsek Mandau Kompol Indra Lukman Prabowo, Kamis (12/5/2022) siang.

Dalam pengungkapan yang dilakukan petugas mengamankan enam orang tersangka. Mereka diamankan secara terpisah dan perkara Curat yang berbeda.

Kasatreskrim mengatakan, perkara pencurian di area PHR ini merupakan antensi Pusat. Keamanan di area ini harus benar benar terjamin karena PHR merupakan aset negara dan tengah giat giatnya melakukan pekerjaan untuk kepentingan nasional.

"Kami jajaran Polres Bengkalis bersama tenaga keamanan PHR senantiasa bekerjasama dalam melaksanakan patroli dan pengungkapan perkara yang terjadi di area PHR ini," terang Kasat.

Menurut dia, perkara pertama yang berhasil diungkap tim gabungan Satreskrim Polres dan Polsek Mandau baru baru ini perkara penadahan hasil curian di area PHR. Ada tiga orang penadah yang berhasil diamankan oleh Satreskrim bersama Polsek Mandau.

Pengungkapan ini berawal pada Minggu (8/5/2022) malam sekitar pukul 19.00 WIB tim opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan karena adanya pengaduan marak pencurian di area PHR beberapa waktu belakangan ini.

Barang barang yang sering hilang seperti pipa besi dan kabel besi. "Pencurian pencurian yang terjadi sangat menganggu proses produksi minyak PHR," tambahnya.

Tim opsnal yang melakukan penyelidikan ini mendapat informasi adanya orang sekitaran area sebagai penadah barang barang curian dari PHR. "Orang ini berada di Desa Sebangar Kecamatan Bathin Solapan, tim kita yang melakukan penyelidikan langsung menuju tempat orang ini berada untuk melakukan pendalaman," kata Meki.

Hasil penyelidikan yang dilakukan kuat dugaan orang ini memang menadah barang barang curian. Sehingga sekitar pukul 20.00 WIB petugas Polres mengamankan orang ini.

"Pria yang kita amankan ini bernama SE dan melakukan interogasi di tempat," jelas Kasat.

Hasil interogasi SE mengaku pihaknya memang menadah barang curian dari PHR. SE mengaku tidak sendirian, tetapi juga ada penadah lain yakni ES dan EM.

"Kita lakukan pengeledahan di tempat SE ini dan menemukan barang hasil tampungan mereka. Sebanyak dua truk dengan berat sekitar satu ton terdiri dari beberapa jenis pipa besi, kabel sling," terang Meki.

SE mengatakan barang yang ditampungnya berasal dari rekannya EM yang menjual hasil curian ini seharga Rp 6.550 perkilogramnya. Dari informasi ini pihaknya amankan EM di warungnya yang juga berada di desa Sebangar.

Sementara hasil interogasi kepada EM dirinya juga mengaku memang yang menjual besi besi ini kepada SE. Barang barang ini di dapat EM dari rekannya ES.

"ES kita amankan di rumahnya di Desa Boncah Mahang. ES saat diinterogasi mengaku benar barang yang dijual EM berasal darinya, meminta EM menjualkan yang barang tersebut di dapan dari AR rekannya pelaku pencurian," tambahnya.

Berdasarkan keterangan ES tim opsnal Satreskrim dan Polsek Mandau melakukan pengejaran terharap AR hingga ke kabupaten Rokan Hilir. Namun sayang tidak membuahkan hasil karena AR sudah lebih dahulu melarikan diri.

"Kita akan kejar terus sampai mendapatkannya. Karena ini menjadi atensi, dari tiga penadah kita amankan juga uang sebesar 5 juta rupiah hasil penjulan besi," kata Meki.

Hasil curian yang berhasil diamankan rencananya akan dijual tersangka ke Pekanbaru. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan sampai ke Pekanbaru," tandasnya.

Pengungkapan kedua yang berhasil diamankan tim Polsek Mandau dan Satreskrim Polres Bengkalis seorang mantan resividis kasus yang sama. Tersangka berjumlah satu orang dan terpaksa dihadiahkan timah panas petugas saat diamankan.

Menurut Kasatreskrim pria yang diamakan ini sudah dua kali melakukan aksinya di tempat yang berbeda. Penangkapan tersangka berawal dari 6 Mei 2022 lalu yang mencuri tiang portal diarea PHR.

Pencurian dilakukan oleh tersangka belakangan diketahui bernama TR. Pencurian ini diketahui pihak PHR setelah mendapat informasi dari petugas keamananya.

"Pihak PHR melakukan pemeriksaan di lokasi portal. Hasil pemeriksaan ternyata memang tiang portal mereka sudah hilang," terangnya.

Selain tiang portal, selang beberapa hari berikutnya petugas kemanan PHR juga kembali mendapat laporan aset mereka hilang. Kali ini real guard 24 meter, kemudian pihak PHR kembali melakukan pengecekan.

"Mereka langsung membuat laporan ke Polsek Mandau, dan tim Polsek Mandau mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan," terang Kasat.

Hasil penyelidikan petugas akhirnya berhasil mendapatkan indentitas tersangka. Ternyata tersangka ini memang sering melakukan pencurian di wilayah PHR.

"TR ini sudah satu kali dihukum akibat perbuatannya mencuri di kawasan PHR ini. Baru bebas tahun lalu dan kembali melakukan pencurian," tambah Kasat.

Tersangka diamankan di rumahnya di Desa Boncah Mahang pada tanggal 10 Mei kemarin. Setelah interogasi ditempat tersangka mengakui perbuatannya.

"Satu portal dan real guard diambilnya dengan menggunakan palu godang. Alat ini untuk menghancurkan pondasi portal dan kemudian diangkutnya," terang Meki.

Barang curian tersangka ini di jual kepada penampung berinisial EM yang tadi diamankan bersama penadah selain. Hasilnya penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

Pengungkapan selanjutnya petugas petugas Polsek Mandau dan Satreskrim Polres Bengkalis mengamankan seorang pria berinisial AS yang melakukan pencurian pada tanggal 7 Mei 2022 lalu. Tersangka mencuri pipa produksi empat inchi milik PHR diarea Bathin Solapan.

"Pipa yang diambil tersangka sepanjang 20 meter. Tersangka melakukan perbuatannya bersama empat rekannya," terang Meki.

Namun saat ini keempat rekannya berstatus dalam pencarian orang (DPO) oleh petugas Reskrim. Saat diamankan di petugas berhasil mendapatkan barang bukti geragaji besi untuk memotong besi.

"Hasil pencurian ini dijual tersangka dan empat rekannya. Pengakuannya tersangka hanya mendapat bagian Rp 50.000," Ungkap Kasat.

Sedangkan tersangka terakhir yang diamankan merupakan DPO kasus pencurian bulan Februari lalu. Saat itu ada delapan tersangka dan dua diantaranya berhasil ditangkap.

"Yang terakhir ini DPO kasus sebelumnya kita amankan tanggal 9 Mei 2022.lalu," ungkap Kasat.

Tersangka yang diamankan ini berinisial AR yang diamankan di setelah petugas mengetahui keberadaannya. Saat diamankan tersangka berada di loket bus desa Simpang Padang.

"Tersangka saat ini sudah kita amankan di Polres Bengkalis untuk mempertangungjawabkan perbuatannya bersama rekannya yang sebelumnya sudah lebih dahulu kita amankan," kata Meki Dalam Jumpa Pers.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar