Harapan Sang Istri Pupus,Suami Mengaku Jaksa Akhirnya di Tangkap

HBU Mengaku Jaksa diamankan di Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Pria Berinisial HBU yang diduga masyarakat di kecamatan Rupat sebagai seorang jaksa beneran ternyata gadungan, sang istri yang dinikahi juga tertipu dengan penampilannya.

Ini kisahnya

Pria yang mengaku sebagai jaksa gadungan bernisial HBU pria yang ber KTP kelahiran Jogyakarta 46 tahun silam diamankan Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Satreskrim Polres Bengkalis, Selasa, (30/11/2021) yang mulai aksinya sejak April 2021.

Dengan modusnya yang tersusun rapi ini akhirnya terbongkar "sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga" ini seperti pepatah mengatakan kata Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis melalui Kasi Intelijen Isnan Ferdian,Rabu,(1/12/2021) sambil menceritakan kronologis penangkapannya.

Sejak beroperasi di Rupat Kabupaten Bengkalis Riau ini,HBU ternyata sudah berhasil meraup uang ratusan juta rupiah dari korbannya.

Menurut Isnan ini terungkap dari pengakuan HBU saat diamankan petugas.

Pengakuannya pria yang menikahi wanita Rupat ini melancarkan aksi penipuan dengan berkedok mengaku sebagai Jaksa.Namun perbuatan tersangka tak bertahan lama akhirnya diketahui aparat penegak hukum dan langsung melakukan penjemputan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Informasi adanya orang mengaku bertugas dari Kejaksaan Agung RI berada di Rupat tersebut diterima Kejari Bengkalis sekitar satu pekan lalu.

"Kita dalami informasi yang kita terima ini dari masyarakat, satu pekan lalu sudah kita pelajari kebenaran informasinya," terang Isnan. 

Setelah yakin pria yang mengaku jaksa gadungan ini, Kejari Bengkalis langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bengkalis untuk melakukan penjemputan. 

"Selasa kemarin kita langsung mendatangi HBU di Rupat," tambahnya.

HBU saat diamankan sedang duduk di kedai milik istri sirihnya yang baru dinikahinya beberapa bulan lalu.

Petugas gabungan sempat menanyakan identitasnya sebagai jaksa, menyadari yang mendatanginya Jaksa asli, HBU akhirnya menyerahkan diri dan bersedia di bawa petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut ke Bengkalis.

Isnan mengatakan, saat mengamankan HBU juga ditemukan baju Jaksa di rumahnya serta sejumlah dokumen tetang kegiatan Kejaksaan. 

Baju dinas kejaksaan tersebut dibeli HBU secara online, sementara dokumen kejaksaan ini dibuatnya sendiri. 

"Dia memanfaatkan baju dinas dan dokumen tersebut untuk kepentingan penipuan," kata Isnan. 

Selain menipu masyarakat, istri sirih HBU juga korban dari perbuatannya. 

Saat berkenalan melalui media sosial HBU mengaku bertugas sebagai jaksa dan berhasil membuat istri sirih terpincut dan bersedia menikah.

"Selain istrinya korban lainnya di Rupat juga ada warga masyarakat yang ditipu. Ini dari pengakuan HBU sendiri, dirinya mengaku ada dua objek yang ditipunya," terang Isnan.

Dua warga yang ditipunya tersebut meminta bantuan untuk memindahkan keluarganya dari satu Lapas ke Lapas lain. Mereka membayar sebesar Rp 30 juta rupiah perorangnya.

"Ada dua orang yang dipindahkan, nilainya sekitar 30 juta rupiah perorangnya. Jadi uang yang didapatkannya 60 juta rupiah, namun sampai saat ini dua orang yang dijanjikannya ini belum juga dipindahkan," kata Isnan. 

Informasi ini hanya dari pengakuan HBU saja, belum ada laporan dari mereka yang ditipunya. Selain menipu warga Rupat, HBU juga melancarkan aksi penipuannya melalui media sosial dengan kedok yang sama mengaku sebagai Jaksa yang bekerja di Kejaksaan Agung. 

"Ada juga pengakuan HBU ini telah berhasil menipu beberapa orang melalui media sosial. Dengan menjanjikan barang lelang Kejaksaan Agung, bahkan korbannya sebanyak lima orang," ungkap Isnan.

Korbannya bahkan sudah membayar uang muka sekitar Rp 350 Juta. Tetapi lelang yang dijanjikan tidak pernah ada. 

Sampai saat ini juga belum ada laporan dari korbannya ke pihak Kepolisian. Pihak Kejari Bengkalis mengimbau agar mereka yang pernah tertipu oleh HBU segera melaporkan diri ke Kepolisian.

Dari penilaian jaksa HBU ini sudah cukup profesional melakukan penipuan.  Bahkan petugas menemukan fakta lain, bahwa HBU juga merupakan residivis perkara yang sama sebelumnya di Medan.

"Kita temukan juga surat keterangan baru bebasnya HBU menjalani hukuman di Lapas Medan.  Kasus yang menjerat HBU tersebut juga perkara penipuan," uangkap kasi intelijen 

Saat ini HBU sudah diserahkan kepada Satreskrim Polres Bengkalis untuk penyidikan lebih lanjut. Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi membenarkan adanya pengamanan diduga jaksa gadungan ini, namun belum dirilis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar