Ayah Kandung Nekad Berbuat Amoral Terhadap Anak Kandung, Ini Penjelasan Kapolres

Konfrensi pers

KBRN, Bengkalis : Seorang ayah yang seharusnya jadi pelindung bagi anak dan istrinya, justru SL (32 tahun) seorang ayah kandung dari anaknya  PM (10 tahun) warga kecamatan Bantan berbuat tak senonoh atau melakukan perbuatan amoral.

Sang ayah bagi PM bukan melindunginya, tetapi justru menjadikan sang anak yang masih dibawah umur untuk melayani nafsu bejat sang ayah.

Kali ini terjadi di Kecamatan Bantan. SL ayah muda berumur 32 tahun dan bekerja sebagai nelayan melakukan tindak pidana asusila atau amoral terhadap anaknya PM yang masih berumur 10 tahun.

Aksi bejat itupun dilakukan pelaku SL sebanyak 2 kali, sebelum akhirnya terungkap oleh istrinya sendiri dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Pelaku kemudian diringkus Petugas Satuan Reskrim Polres Bengkalis, Selasa (27/7/2021) malam.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K, M.T saat konferensi pers menjelaskan, asusila dilakukan oleh pelaku terbongkar setelah korban PM melaporkan ke ibu kandungnya, Selasa (27/7/2021) sekitar pukul 03.00 WIB karena perlakuan tidak senonoh oleh ayah kandungnya sendiri.

"Istri pelaku yang bekerja di Pekanbaru melaporkan bahwa anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh suaminya. Dan korban PM membenarkan apa yang dialaminya itu," ungkap Kapolres AKBP Hendra didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K, Kamis (29/7/2021).

Pengakuan SL bahwa ia tidak kuasa menahan syahwat lantaran sering ditinggal istrinya bekerja di Kota Pekanbaru.

"Pencabulan ini terjadi di rumah pelaku di kamar dan di ruangan tamu, dari Maret sampai Mei 2021," sebut AKBP Hendra Gunawan.

Setelah dilakukan interogasi pelaku SL mengakui perbuatan bejatnya itu berhubungan layaknya suami istri dengan anaknya sendiri.

"Tes urine pelaku negatif konsumsi Narkoba, tidak menutup kemungkinan kejiwaan pelaku ini akan dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres lagi.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya celana panjang, kain sarung, satu rok anak sekolah dasar warna merah, celana putih, kaos oblong lengan panjang abu-abu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya SL akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (3) Jo Pasal 76D UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan  pengganti UU 1 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00