Ribuan Burung Kacer dari Malaysia dan 5 Warga Bengkalis Diamankan Tim Mabes Polri,Ini Penyebabnya

Penguburan Burung Kacer yang mati

KBRN, Bengkalis : Lima warga Kecamatan Bandar Laksamana dan sebuah kapal tanpa nama  pada Selasa,1 Juni 2021 dini hari berhasil diamankan sebagai saksi karena terbukti membawa lebih kurang 1500 ekor burung kacer dari malaysia.

Kelima saksi dan kapal serta barang bukti berhasil dibawa ke markas Polair Polres Bengkalis, mereka di tangkap oleh Kapal Patroli Antareja Mabes Polri  yang diduga membawa barang seludupan jenis unggas dari negara tetangga Malaysia tanpa surat atau dokumen dari karantina hewan dan tumbuhan yang dibawa ke Indonesia melalui  perairan Selat Melaka-Bengkalis, Riau. 

Kelima orang ini masih sebatas saksi dalam perkara ini karena belum dilakukan gelar perkara. 

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Polair AKP Rahmad Hidayat S.IK menjelaskan bahwa, penangkapan ini dilakukan oleh tim Mabes Polri di perairan Selat Bengkalis, pada Selasa 1 Juni 2021 pukul 04.00 WIB, di Desa Api Api Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis.

Diutarakan AKP Rahmat Hidayat, pada Senin 31 Mei 2021 pukul 00.00 WIB tim patroli KP. Antareja mendeteksi adanya sebuah perahu tanpa nama membawa keranjang burung  dan tim yang dipimpin oleh Danpal Antareja melakukan pengejaran, setelah tiba di dermaga perahu  di tinggalkan dan kelimanya berusaha untuk kabur. 

"Keranjang tersebut sudah dimuat di mobil dengan Nopol BM 1298 RA kemudian tim dengan dibantu masyarakat sekitar melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut,tim melihat mobil tersebut berhenti didepan sebuah gudang setelah dilakukan pengecekan diamankan keranjang berisi burung sebanyak 1.500 ekor dan juga mengamankan sopir mobil serta pekerja yang sedang bekerja didalam gudang,"ujar Kasatpolair polres Bengkalis, Rabu 2 Juni 2021 yang didampingi Kanit Gakkum Polair IPDA Dodi Ripo di Markas Polair.

Kemudian koordinasi dengan Polsek sekitar dan Sat Polair Polres Bengkalis untuk membantu pengamanan barang bukti selanjutnya di bawa kekantor Sat Polair Polres Bengkalis guna proses lebih lanjut.

"Untuk kelima orang ini, sementara sebagai saksi lantaran belum digelar perkara, adapun kelima orang tersebut diantaranya, RN (22 tahun), MS (23 tahun), AO (36 tahun), AH (21 tahun) dan UN (40 tahun) Kelimanya merupakan warga kecamatan Bandar Laksemana. Sedangkan,pasal yang diterapkan Pasal 86 Undang - undang RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 K.U.H.Pidana,"ungkapnya.

"Kita juga sudah melakukan Kordinasi dengan Pihak BKSDA Prov Riau. Dan melakukn Kordinasi dengan Pihak Karantina Hewan. Melakukan penyerahan Barang bukti Burung Kacer sebanyak 1500 ekor yang masih hidup sefangkan yang mati hampir 90 persen telah di kubur ,"kata Kasat Polair Polres Bengkalis AKP Rahmat Hidayat.

Ditambahkannya penyebab matinya diduga burung-burung ini stress karena dimasukkan dalam kandang yang kecil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00