Sijago Merah Lalap SMAN 6 Mandau, Ruang Labor Habis Terbakar

Laboratorium SMAN 6 Mandau di Kecamatan Bhatin Solapan terbakar

KBRN, Bengkalis : Masih dalam suasana libur sekolah, SMAN 6 malam tadi terbakar , sijago merah Selasa sekitar pukul 21:05 WIB menghanguskan ruang laboratorium IPA milik SMAN 6 Mandau di Jalan Lintas Duri - Dumai, Kilometer 18, RT 02, RW 04, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis.

Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 22.29 WIB dengan bantuan dua unit mobil Pemadam kebakaran (Damkar) Kecamatan Mandau meski tak banyak inventaris sekolah yang dapat diselamatkan.

Menurut keterangan salah seorang warga disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), kobaran api berbarengan dengan asap hitam yang membumbung tampak dengam cepat melahap seisi ruangan dan warga tak dapat berbuat banyak.

"Hembusan angin kencang semakin membuat api cepat menjalar dan melahap seisi bangunan. Kami tak dapat berbuat banyak,"ujarnya.

Komandan regu I Damkar Mandau, Jefrianto saat dikonfirmasi membenarkan musibah kebakaran yang menghanguskan Laboratorium SMAN 6 Mandau tersebut.

"Benar, hampir rata dengan tanah. Api sudah dapat kami jinakkan dan anggota masih melakukan pendinginan guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi kembali,"jawabnya melalui sambungan telepon genggamnya.

Kepala SMAN 6 Mandau Alfian Lubis menyebutkan bahwa kejadiannya begitu cepat, menurut keterangan satpam Ia sempat melihat percikan api dari dalam labor dan langsung api membesar karena labor banyak bahan kimia sehingga sijago merah begitu cepat menghanguskan semua isi labor.

"Ya satpam yang lagi patroli sempat melihat percikan api dan api langsung membesar, saya dan beberapa kawan lainnya langsung ke TKP dan menghubungi pemasam kebakaran yang lokasinya cukup jauh dari sekolah," sehingga bangunan labor tidak bisa di selamatkan,"kata Alfian Lubis kepala SMAN 6 Mandau,Rabu,(2/6/2021) pagi melalui telepon genggamnya.

Ditambahkan Alfian Labor IPA tersebut memang sudah lama tidak dipergunakan karena saat pandemi belajar melalui dalam jaringan (daring) dan dua minggu yang lalu sudah di bersihkan agar bisa digunakan kalau sudah diizinkan belajar tatap muka.

"Kerugian bangunan dan isinya sekitar Rp800 juta  rupaiah, dan kita berharap Dinas Pendidikan provinsi Riau bisa menganggarkan untuk membangun kembali," kata Alfian.

Peristiwa ini sudah ditangani pihak berwajib untuk mencari dugaan penyebab kebakaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00