Tampilan Tarian Suku Sakai Saat Bakti Sosial Serentak Jadi Perhatian

Tarian kas Suku Sakai tampil ddal acara bakti sosial serentak dalam rangka hari Bhayangkara ke 74

KBRN, Bengkalis : Penampilan penari-penari dari suku sakai Kabupaten Bengkalis pada acara bakti sosial serentak dalam rangka hari Bhayangkara ke 74 pada Jum'at,26 Juni 2020 jadi perhatian para undangan, pasalnya gerakan kas suku sakai dan disertai dengan pakaian yang terbuat dari kulit kayu.

Penampilan mereka ini merupakan bentuk melestarikan adat dan budaya yang mesti tetap dijunjung tinggi. 

Penari berseragam baju kulit kayu dan peralatan tradisional ini penuh semangat menampilkan tarian tradisional Lancak Kocik dan tarian Buok Timbo Tasik. Tarian ini merupakan persembahan khusus kepada polisi.

Sekjen Lembaga Adat Melayu Riau Kawasan Bathin Sakai 8 dan Bathin 5 Sakai, Frianto Saputra mengatakan, pihaknya berterima kasih atas undangan Polres Bengkalis untuk dapat tampil dan melestarikan budaya suku Sakai pada momen hari Bhayangkara.

"Kami pengurus LAMR Kawasan Bathin 8 & 5 Sakai dan Lembaga Adat Sakai Riau, mengucapakn selamat hari Bhayangkara ke-74 kepada Kepolisian RI. Dan terima kasih Pak Kapolres Bengkalis atas undangan dan keterlibatan Sakai dalam acara ini," kata Frianto, kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Dijelaskan Frianto, lagu dan tari Lancak Kocik yang dipersembahkan ini mengisahkan tentang ungkapan kesedihan orang sakai pada zaman dahulu yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena ingin merubah hidup agar lebih baik lagi.

Lancak kocik berarti sampan atau perahu yang digunakan sebagai kendaraan, lagu lancak kocik artinya perahu kecil, lagu ini diciptakan leluhur Sakai pada saat membuat perahu kecil," ungkapnya.

Sedangkan, lagu dan tari Buok Timbo Tasik mengisahkan tentang orang tua sakai zaman dahulu yang mengambil ikan ketika berjumpa dengan sungai yang bernama Tasik Tujuh.

Sungai ini terletak di kampung Dusun, namun sekarang telah berganti nama menjadi Desa Bathin Batuah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Baju kulit kayu, diantaranya terdiri dari celana dan selendang dari kulit kayu (Kayu To'ok), lalu Ago (keranjang) sebagai tempat ikan.

"Sedangkan alat peraga dalam tari lancak kocik yaitu Odot (gendang) dan baju, celana serta selendang dari kulit kayu," katanya.

Selain tampilan tarian suku sakai juga hadir tarian zapin dari tanah melayu, Reog dari suku Jawa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00