Occupancy Hotel Selama Pandemi Turun Drastis

KBRN, Bengkalis: Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sangat berdampak terhadap occupancy atau tingkat hunian hotel di Bengkalis, berkisar antara 5 hingga 20 persen.

Hal tersebut dikemukakan Jefri Oktavianus Tumangkeng, pengelola sekaligus owner hotel Panorama kepada RRI, Rabu (23/6).

Menurut Jefri, pihaknya bersama Asosiasi PHRI telah mengajukan permohonan stimulus ekonomi kepada pemerintah kabupaten Bengkalis.

“Bahkan ada yang sudah kolep, dah tutup, tingkat akupansinya saja sekarang berkisar antara kisaran 5 sampai 20 persen, sangat jauh turun, anggaplah yang 5 sampai 20 persen hanya untuk operasional untuk nutup gaji, untuk nyimpan tak bisa. Kita minta stimulus ekonomi dari pemerintah daerah bagaimana, tahun lalu sudah berhasil dengan Bupati yaitu untuk tidak membayar pajak dulu”,ungkapnya.

Menurut Jefry, kendati tingkat hunian sedikit rendah dibanding dengan saat normal, pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati hatian, tidak hanya untuk tamu yang akan menginap, termasuk mempersiapkan SDM hotel, salah satunya dengan vaksinasi Covid-19.

“Masalah prokes covid ini memang sudah dianjurkan oleh pemerintah, jadi kita sudah mengikuti semua, yaitu karyawan kita sudah selesai mengikuti semua vaksin kedua. Kita baru saja menerima dua karyawan baru tapi saya minta di vaksin dengan bukti sudah di vaksin”,jelasnya.

Untuk memberikan kenyamanan bagi tamu yang akan menginap dihotelnya, dijelaskan Jefri Oktavianus Tumangkeng, pihaknya telah mengikuti program sertifikasi dan berhasil mendapatkan lisensi dari Kementerian Pariwisata sebagai hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga sudah mengikuti program dari Mentri Pariwisata yaitu mendapatkan sertifikat CSE yaitu sertifikat dari Mentri Pariwisata bahwa kita hotel ini sudah mengikuti prokes Covid 19, ini didapat hotel Panorama dan hotel Almadio di Duri, sebagai referensi kita sudah mengikuti prokes Covid 19”,terangnya.

Untuk bertahan di masa pandemi, menurut Jefri Oktavianus Tumangkeng, pihaknya melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan mengurangi jam kerja karyawan, namun untuk THR tetap dibayarkan penuh.

“Owner itu harus terbuka dengan karyawannya, contoh pada tahun lalu, karena kondisi tidak stabil, saya berlakukan shif dan jam kerja terbatas, pembayaran gaji hanya separuh sesuai dengan jam kerja, tapi tidak ada satupun karyawan yang diberhentikan”, pungkas Jefri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00