Masih Banyak Anak di Bengkalis Belum Miliki Akte Kelahiran

KBRN Bengkalis: Sekitar 50.000 anak di Kabupaten Bengkalis belum memiliki akte kelahiran dan akan diupakan untuk diselesaikan secara bertahap dengan melibatkan berbagai komponen pemerintah serta masyarakat.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Perlindungan anak dan hak anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Bengkalis Wasiah kepada RRI usai mengikuti sosialisasi webinar tentang pemenuhan hak sipil anak, yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada Rabu (5/8/2020).

Menurut  Wasiah, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan catatan sipil terdapat sejumlah masalah dalam pembuatan akte kelahiran.

“Salah satu penyebabnya karena pendaftaran penduduk secara elektronik, jadi waktu pendaftaran tersebut ada sebagian orang tua tidak melampirkan akte kelahiran waktu pendaftaran, itu dihitung sebagai orang yang tidak memiliki akte kelahiran, disamping itu juga memang ada bebrapa daerah yang penduduknya belum memiliki kesadaran untuk membuat akte kelahiran”kata Wasiah.

Banyaknya anak yang belum memiliki akte kelahiran tidak hanya terjadi di Bengkalis, tetapi juga didaerah lainnya di Indonesia, akan diupayakan pendataannya dengan melibatkan Forum Anak.

“Memang bukan hanya di Bengkalis tapi sudah menjadi masalah di Indonesia. Jadi belum semua anak memiliki akte kelahiran. Jadi untuk mempercepat itu tadi dibahas dalam rapat kami tadi. Hasilnya disepakati nanti kedepannya diikutkan forum anak sebagai Pelopor dan Pelapor”jelas wasiah.

Khusus di Bengkalis, menurut Wasiah, Disdukcapil akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak untuk melibatkan forum anak hingga ke kecamatan dan desa guna mendata serta melakukan sosialisasi pentingnya pembuatan akte kelahiran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00