DPC PKB Minta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes Terkait Penerapan "Tatanan Kehidupan Baru"

Ketua DPC PKB Kabupaten Bengkalis Misliadi

KBRN, Bengkalis : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bengkalis, meminta pemerintah daerah Bengkalis untuk memperhatikan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di kabupaten Bengkalis.

Hal ini, guna menyongsong rencana pemerintah yang akan menerapkan Tatanan Kehidupan Baru “new normal” di sejumlah daerah di Indonesia terkhusus daerah Bengkalis pada masa Covid-19.

Demikian yang disampaikan Ketua DPC PKB Bengkalis, Misliadi, bahwa pihaknya menyambut baik tatanan kehidupan baru yang digagas pemerintah. Dimana kebijakan baru ibu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Penerapan "New Normal" bukan hanya pemulihan ekonomi masyarakat saja tapi juga termasuk pendidikan anak-anak, selain sekolah - sekolah umum disana ada juga pondok pesantren yang selama ini menjalankan proses pendidikan secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah, "kata mantan Anggota DPRD Bengkalis ini, Sabtu (30/5/2020).

Dijelaskan, ada beberapa pondok pesantren di kabupaten yang satupun tidak ada berstatus negeri. Sehingga pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus untuk Ponpes tersebut.

Selain itu, pihaknya sangat mendorong agar Ponpes diberikan bantuan untuk melaksanakan protokoler kesehatan dalam bentuk tempat cuci tangan, masker untuk santri dan tenaga pengajar, bantuan hand sanitizer serta bantuan alat pengukur suhu tubuh.

Persoalan sangat mendesak dibutuhkan pesantren adalah sarana prasarana yang sesuai dengan protap/SOP penanganan dan pencegahan Covid-19, seperti alat pengukur suhu dan APD lainya. Disamping pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan para guru honor di sana.

"Selama ini, ponpes sendiri cenderung mandiri dalam menjalankan sistem pendidikan. Bahkan bisa dikatakan sama sekali tanpa bantuan dana dari pemerintah. Oleh sebab itu,Kami harapkan Pemda bengkalis bisa mendukung ponpes agar tetap berkegiatan kembali, namun tetap mengikuti standar protokol kesehatan, "tutup Misliadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00