Taman Pasir Andam Dewi Lokasi Objek Wisata Malam, Pedagang : Harapan Lampu Taman Bisa Dihidupkan Kembali

Pedagang di pasir andam Dewi kota Bengkalis
Jelang senja di pantai pasir taman Andam dewi Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Taman Pasir Andam Dewi yang di bangun semasa zaman Bupati Syamsurizal ini ternyata menjadi salah satu tempat wisata malam bagi masyarakat baik masyarakat lokal maupun tamu yang datang ke pulau Bengkalis ini, selain tempatnya luas pedagang ramai juga terhampar di selat Bengkalis. 

Lokasi taman pasir andam dewi ini letaknyapun strategis di pinggiran kota Bengkalis, ada beberapa keunggulan selain mudah di datangi warga juga bersebelahan dengan hotel, market, Taman Air Panas Andam Dewi, dekat dengan Lapangan Tugu juga Air Mancur, kawasan yang sangat luas ditambah dengan sunset dengan langit merah jingga kala petang datang menyapa.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan, memperbaiki dan melengkapi sarana prasarana pendukung agar para pengunjung yang bukan saja masyarakat pulau ini, juga daerah luar termasuk pelancong luar negara menjadi kenangan terbaik saat menikmati suasana terbaik yang mereka rasakan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan seorang pedagang di Lapangan Pasir ini yang mengaku telah 8 tahun berdagang makanan dan minuman.

"Saya sudah delapan tahun berdagang di lokasi ini, sayangnya sejak 4 tahun ini lampu penerang di turap tak hidup, tak hidupnya lampu ini mungkin kebijakan pemda,"ungkap seorang pedagang yang enggan disebut namanya,Kamis (25/11/2021) petang.

Dikatakannya lagi sejak pengerjaan perbaikan turap selesai dilakukan kontraktor, lampu penerang tersebut tidak menyala lagi.

"Lampu tidak hidup berpengaruh kepada dagangan,  gelap orang mau makan. Banyak pelanggan ada dari Bengkalis ada luar Bengkalis yang mengeluh masalahnya ini kan daerah wisata," ungkapnya seraya menambahkan memang untuk penjualannya tidak ada pengaruh, tapi pelanggan mengeluh tidak nampak makannya.

Pedagang ini sejak awal berjualan menyebutkan lampu hidup jadi Ia berharap pada pemerintah agar dapat dihidupkan kembali. "masalahnya daerah wisata, Malam gelap, lain dipandang (suasana tempat rekreasinya)," ungkapnya.

Selain pedagang yang dijumpai ternyata masyarakat lainnya punya harapan juga pada pemerintah agar lampu yang bertuliskan " I ❤️ Kota Bengkalis " yang tidak menyala dihidupkan kembali.

"Tempat foto-foto anak muda, kalau malam (lampu tidak menyala) tak nampak ikon Bengkalisnya. Apalagi di tengah kota, harapan semua pedagang maunya hidup.

Selain terkait masalah lampu juga tong sampah "soalnya kita membayar retribusi juga kan. Kalau bisa, tong sampahnya yang enggak bisa dipindah-pindah. Jadi menetap ia, kalau dipindah-pindah ada yang nyuri, susah kita membuang sampah ni, restribusi diambil setiap hari tapi tong sampahnya entah kemana-mana," harapnya dengan nada tulus.

Kemudian, perbaikan turap yang jebol, juga perlu dilakukan pemerintah. "Yang jelas masalah Lampung icon Bengkalis tadi turap yang jebol dan tempat sampah, karena mungkin kalau nggak ada tong sampah lapangan pasir ini nggak bersih. Mau buka (jualan) sapu dulu, mau tutup kita bersihkan lagi, restribusi diambil terus," katanya memberikan kritik membangun.

Saat ditanyakan apakah ada pelanggan yang membuang sampah-sampah ke laut pedagang ini menerangkan, "kalau ada tempat sampah pasti mereka (pengunjung lapangan pasir) segan membuang sampah sembarangan, pasti di tempat sampah cuma kendalanya tempat sampah nya nggak ada otomatis orang-orang dari luar asal main buang aja (sampahnya). Rata-rata, kalau sore mau buka itu, berserakan sampah dimana-mana," bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar