Penjual Jamu Keliling Mampu Kuliahkan Anak dan Bangun Rumah

KBRN, Bengkalis: Mira (45), salah satu penjual jamu keliling yang gigih dan ulet, sudah 20 tahun ia dan suami berjualan jamu.

Setiap hari Mira berjualan jamu menggunakan sepeda mininya dengan rute diantaranya jalan pertanian kemudian jalan antara dan Wonosari juga rute lainnya yang sudah dinanti oleh pelanggannya. 

Kepada RRI, (29/7), Mira mengaku meskipun dimasa pandemi banyak warga yang mengkonsumsi jamu, namun jamu yang dijual kadang habis, kadang bersisa.

“Nama jualanlah kadang habis, kadang sisa, tapi alhamdulillah tidak sampai rugi. Kalau peembeli kita ya macam-macam kadang ada yang langsung bayar, ada yang kredit, kalau yang tak bayar ada juga”, ungkapnya.

Sang suami juga berjualan jamu dengan rute Pangkalan Batang, Sebauk, Teluk latak sampai ke Meskom.

Dari hasil penjualan jamu, ia pergunakan untuk membangun rumah hingga biaya pendidikan anak.

“Pokoknya suami istri jualan jamulah, alhamdulillah dapat menyekolahkan anak, kuliahkan anak, sekarang sudah bekerja. Dari hasil jualan jamu ini juga bersyukur kami bisa punya rumah sendir”,jelasnya.

Mira menjelaskan selama pandemi Covid 19 jamu yang banyak di cari diantaranya jamu kunyit temulawak, jahe merah. 

Untuk bahan – bahan jamu seperti kunyit dan jahe ia tanam sendiri. Namun jika masih ada yang kurang ia beli dari pasar. 

Pergelasnya jamu Mira dihargai 3000 hingga 5000 rupiah, setiap hari ia bisa menjual jamu 100 ribu hingga 200 ribu rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00