SLB Lakukan Program Kunjungan Guru Mengajar ke Rumah

KBRN, Bengkalis: Pandemi covid-19 yang berkepanjangan, berdampak terhadap proses belajar dan mengajar di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Bengkalis, dinilai  tidak efektif jika dilakukan secara daring dan luring terhdapa anak berkebutuhan khusus.

Tri Rahayu salah seorang guru di SLB Bengkalis menjelaskan kepada RRI (24/11/2020), penerapan belajar dengan sistim daring dan luring tidak berjalan maksimal, karena keterbatasan kemampuan orang tua untuk menyampaikan bahan ajar di rumah, serta tidak semuanya memiliki handphone android.

“Yang pertama kali kami mengadakan daring melalui clas google class room, tapi alhamdulilah hanya beberapa orang saja, kemudian kami adakan luring dengan ada sebagian tanggapan dari wali murid yang menanggapi bagus sebagian lebih menyukai belajar di sekolah, karena mungkin dengan keterbatasan mereka dan mereka tidak mempunyai sumber belajar seperti android”ungkap Tri Rahayu. 

Menurut M.Isnaini, yang juga guru di SLB Bengkalis, saat ini pihaknya melakukan kunjungan langsung ke rumah siswa, dengan durasi pertemuan antara 30 hingga 60 menit per anak, namun terkendala dengan letak rumah para siswa yang berjauhan.

“kita dalam home visit mengunjungi kerumah siswa kemudian kiat memberikan pelajaran kepada siswa di rumahnya masing-masing lebih kurang setengah sampai 1 jam lah. Kalau kesulitannya adalah yang biasanya kita tak pernah pergi kerumah siswa baik jauh maupun yang dekat, sampai kecamata Bantan, ada yang juga di Temeran. Haambatan dan tantangannya banyak disampig itu kita juga mebuat laporan kegiatan kita di lapangan selama covid-19 ini, kemudian kita juga harus mempersiapkan tugas-tugas siswa apalagi nanti awal Desember kita sudah ujian, persiapan pula membuat soal ujian”jelas Isnaini

Sementara itu, menurut Kepala SLB Bengkalis Yayuk Sri Puji Astuti, siswa di SLB memerlukan perlakuan khusus, terutama peran langsung dari guru yang tidak dapat digantikan oleh orang tua atau walinya jika belajar secara luring maupun daring. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang mengikuti workshop peningkatan manajemen pembejaran daring untuk pembuatan website dan memproduksi video bahan ajar.

“Kami dikenalkan bagaimana kita membuat web kemudian menyampaikan materi bahan ajar kepada siswa, karena kita diharapkan memberikan bahan ajar itu tidak langsung photo materi di buku langsung disampaikan, apalagi ini kepada anak berkebutuhana khusus, mereka cenderung mengidolakan guru. Termasuk materi yang disampaikan materi yang disampaikan itu guru mebuat video pembelajaran kemudian di share melalui link”terang Puji Astuti. 

Selama  ini, menurut Yayuk Sri Puji Astuti, pembelajaran lebih dominan dengan sistim daring, antara lain penugasan dari guru dilakukan melalui group Whatapps orangtua atau wali murid, dan jika tidak tersedia fasilitas daring akan dilakukan sistim luring, orangtua menjemput modul secara langsung disekolah.

Diakuinya, sistim belajar dengan kunjungan langsung guru ke rumah siswa lebih efektif, namun terkendala dengan pengaturan waktu dan penerapan protokol kesehatan untuk berinteraksi secara langsung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00