Bengkalis Pulau-Karate Club Ikuti Tanjungpinang Inkado Open 7 Tahun 2020

BP-KC Bengkalis Ikuti Tanjungpinang Inkado open 7 tahun 2020 melalui Sistem Daring

KBRN, Bengkalis : Klub karate pertama di Pulau Bengkalis, Bengkalis Pulau-Karate Club (BP-KC) yang didirikan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2020 mengikuti Tanjung Pinang Inkado Open 7 Tahun 2020.

Kejuaraan ini sekaligus dijadikan ujicoba PB Forki sedangkan untuk rapat teknis sebelum pertandingan digelar dilakukan dengan cara dalam jaringan melalui salah satu aplikasi 28-30 Juni mendatang.

Pada kejuaraan tersebut, BP-KC didirikan tas inisiasi sabuk hitam (blackbelt) Instititut Karate-do Indonesia (Inkai), Indonesia Karate-do (Inkado) dan Wahana Anjang Damai Olahraga Karate-do Indonesia (Wadokai) Pulau Bengkalis dan merupakan anggota perguruan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), mengutus sejumlah atlet untuk mengikuti delapan kelas pertandingan.

Salah satu pendiri BP-KC, Syafril Naldi NK berharap dukungan kepada masyarakat Bengkalis agar BP-KC Bengkalis dapat memperoleh prestasi terbaik dalam Kejuaraan Tanjung Pinang Inkado itu.

Pria yang akrab disapa Onal ini menjelaskan, BP-KC bengkalis  mengikuti 8 kelas pertandingan diantaranya, Usia Dini Putri umur 8-9 tahun atas nama Marisa Tannia, Pemula Putra dan Putri umur 12-13 tahun masing-masing atas nama M. Zaki Jaya Rafiansyah, Rachmad Febrialdi dan Feby Tannia, Cadet Putra.

Kemudian kelas pertandingan umur 14-15 tahun atas nama Muhamad Taufiqurahman, Junior putri umur 16-17 tahun atas nama Dinda Selfianti, Senior Putri atas nama Anggraini Garmusi, Kata Beregu Putri Junior masing-masin atas nama Ulfa Rahmadhani, Ulfa Rahmadini dan Dinda Selfianti.

"Kami sudah bersepakat bersama-sama membina, memperkokoh persatuan dan kesatuan antar organisasi perguruan karate-do anggota Forki di Pulau Bengkalis, untuk melahirkan atlet berprestasi dan diperhitungkan di tingkat regional dan internasional," ungkapnya.

Kemudian disampaikan Onal selain dirinya, pendiri BP-KC antara lain Arman (Inkai), A. Munir, S.E (Wadokai) dan Richi Rinaldi (Inkado) juga merasa terpanggil untuk menyumbangkan dharma bakti demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara. Membangun karate-do sebagai seni beladiri dan olahraga prestasi untuk memupuk kepribadian yang luhur, jujur, santun, percaya diri dan berprestasi.

Untuk diketahui, disampaikan Ketua Panitia Kejuaraan Tanjung Pinang Inkado 7, Rio Ildirio menyebutkan, ada 21 tim karate selain BP-KC di seluruh Indonesia yang mengikuti pertandingan ini, antara lain Tanjung Pinang Karate School, FORKI Batang Hari Jambi, Inkado Kabupaten Karimun, Inkado Seram Bagian Timur Maluku, Inkado Balik Papan, BTP91-DIY, Sindoka Pekanbaru, Dojo 64 Ambon, Inkado Rohul, Inkado Barito Timur, Inkado Lanud Maluku Utara, Dojo Balaikota Payakumbuh, KKI Bintan, Inkanas Polda Sulut.

Tim Karate Disdik Kabupaten Minahasa, Inkado HSU, Inkado Dojo 14 Ambon, Inkado Kab.Aru Maluku, SKA Polresta Barelang, Lemkari Bintan dan Inkai Koramil 04 Mandau. 

Wasit yang memimpin pertandingan, Shihan Haifendri Putih Ketua Dewan Wasit PB Forki (WKF), Shihan Kiyani Mahdi Wakil Ketua Dewan Wasit PB Forki (AKF), Sensei Afriansah (WKF), Sensei Yopi Angwarmase (AKF) dan Sensei Leni Marlina (AKF).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00