Sepekan, Bapas Baubau Edukasi Hukum 2.964 Siswa Baru

  • 17 Jul 2026 19:57 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Upaya mencegah anak berhadapan dengan hukum dimulai sejak hari pertama masuk sekolah. Komitmen itu diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau melalui Road Show BERAKSI (Bersama cEgah kekeRasan Anak di seKolah dengan edukaSI) yang sukses menjangkau 12 SMA/SMK Negeri di Kota Baubau selama empat hari, 13–16 Juli 2026.

Program yang menjadi implementasi awal Sekolah Binaan Pemasyarakatan hasil kolaborasi Bapas Baubau dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Baubau tersebut berhasil memberikan edukasi kepada 2.964 peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS/MAPENALING).

Kepala Bapas Baubau, Mustar Taro, mengatakan, masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan kesadaran hukum kepada generasi muda sebelum mereka terpapar berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

"Melalui program BERAKSI, kami ingin membangun kesadaran hukum sejak dini. Anak-anak perlu memahami bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan," ujar Mustar Taro.

Dalam road show tersebut, Kepala Bapas bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan mengajak para pelajar berdialog secara langsung mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan bullying, kekerasan di lingkungan sekolah, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), hingga konsekuensi pidana dari setiap pelanggaran hukum.

Berbeda dengan penyuluhan pada umumnya, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat para siswa aktif berdiskusi dan berani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Mustar menjelaskan, edukasi hukum merupakan salah satu langkah preventif yang dinilai efektif untuk menekan angka anak yang berhadapan dengan hukum. Selain memperkenalkan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan kepada masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dengan bekal pengetahuan hukum, mereka diharapkan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan mampu menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Program BERAKSI mendapat sambutan positif dari kepala sekolah, guru, hingga peserta didik di seluruh sekolah yang dikunjungi. Antusiasme hampir tiga ribu peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, terutama saat membahas persoalan bullying, pergaulan bebas, kekerasan terhadap anak, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.

Keberhasilan road show ini menjadi langkah awal penguatan Program Sekolah Binaan Pemasyarakatan di Kota Baubau. Melalui sinergi yang berkelanjutan dengan dunia pendidikan, Bapas Baubau berharap dapat menciptakan sekolah yang aman, ramah anak, berkarakter, dan sadar hukum, sekaligus menjadi benteng utama dalam mencegah semakin banyak anak terjerat persoalan hukum di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....