MK Terima Gugatan Paslon 02, KPU Pandeglang Siapkan Jawaban dan Alat Bukti

Konferensi pers KPU Pandeglang soal Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP). (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Pandeglang tahun 2020 yang dilayangkan oleh Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02, Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy, diterima oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut teregistrasi dengan nomor 74/PHP.BUP-XIX/2021 dengan menetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai termohon.

Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Ahmad Sujai menjelaskan, pihaknya menghormati dan akan mengikuti proses hukum di MK. Bahkan KPU kini sedang menyiapkan jawaban hingga alat bukti untuk membantah permohonan yang diajukan Paslon Thoni-Imat.

Baca juga: Dua Calon Wabup Pandeglang Tidak Nyoblos

“Pada prinsipnya KPU menghormati dan kami akan memgikuti proses yang berjalan di MK. KPU sebagai pihak termohon, tentunya akan segera melakukan lamgkah-langkah sesuai tahapan yang sudah diatur dalam Peraturan MK. Sebelum proses sidang, kami akan menyiapkan jawaban dan alat bukti,” kata Sujai saat konferensi pers di kantor KPU Pandeglang, Selasa (19/1/2021).

Sujai membeberkan, selama ini seluruh tahapan dan proses sudah dilakukan KPU secara terbuka dan transparan.

“Mulai dari proses sosialisasi, proses perekrutan badan adhoc, termasuk proses kegiatan pemungutan dan penghitungan suara hingga rekapitulasi. Itu sudah sesuai dengan prinsip-prinsip sebagai penyelenggara yang tentunya mengedepankan kejujuran, kepastian hukum, dan profesionalitas,” ucapnya.

Meski saat ini gugatan sudah teregistrasi di MK, akan tetapi Sujai memastikan hal itu tidak memengaruhi tahapan penetapan Pasangan Calon. Sebab sesuai ketentuan, bila ada perselisihan hasil pemilihan, berarti proses penundaan kaitan dengan penetapan Paslon harus dilakukan.

“Tidak mengganggu karena sudah diatur dalam tahapan. Hanya ditunda saja. Adapun nanti hasil dari proses MK seperti apa, tinggal diikuti saja,” tandasnya.

Baca juga: Pilkada Pandeglang, Dua Paslon Saling Klaim Kemenangan

Terpisah, kuasa hukum kubu Thoni-Imat, Nandang Wira Kusumah menyatakan, sudah bersiap membawa bukti-bukti sejumlah dugaan kecurangan yang dilakukan Paslon petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) ke MK.

“Tuntutan utama kami jelas minta diulang seluruhnya, kalau bisa didiskualifikasi juga. Karena yang kami bawa ini merupakan bukti kecurangan secara TSM," tegasnya.

Dirinya menyebut, Paslon Thoni-Imat menginginkan adanya proses pendidikan politik supaya bisa mendewasakan masyarakat Pandeglang.

"Ini bukan hanya masalah kalah menang atau jumlah, tetapi ini pendidikan politik ke depan supaya Pandeglang lebih baik," pungkas Nandang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00