Dua Pekan Jelang Pencoblosan, KPU Pandeglang Belum Terima Surat Suara

Kebutuhan surat suara untuk Pilkada Pandeglang mencapai 904,782 lembar. (Foto: Irsan Mulyadi/Antara)

KBRN, Pandeglang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang mengaku belum menerima surat suara untuk Pilkada Pandeglang 9 Desember 2020 mendatang. Padahal jadwal pencoblosan hanya sekitar dua pekan lagi.

“Surat suara belum kami terima, mudah-mudahan pekan ini. Hanya tingga surat suara saja, karena belum dikirim dari penyedia,” kata Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: DPT Pilkada Pandeglang Sebanyak 904.782 Pemilih

Dia menyebut, KPU Pandeglang membutuhkan 904,782 lembar surat suara sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen sebagai surat suara cadangan.

“Kebutuhan surat suara itu jumlah DPT ditambah 2,5 persen. Nanti disalurkan kesetiap TPS, jumlah DPT di TPS dikali 2,5 persen,” bebernya.

Akibat belum diterimanya surat suara tersebut, KPU belum mendistribusikan kesetiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun dia memprediksi pekan ini, surat suara tersebut akan segera tiba. Sebab KPU mesti melakukan proses lipat dan sortir terlebih dahulu sebelum didistribusikan.

Baca juga: 2.178 Calon KPPS di Pandeglang Diduga Terafiliasi dengan Salah Satu Paslon

“Kalau pun sudah dikirim juga harus kita lipat dan sortir dulu sebelum didistribusikan. Pokoknya H-1 sudah ada di TPS,” tegas Ahmadi.

Ahmadi menyebut, saat ini kekurangan hanya dijenis logistik tersebut. Sebab sejumlah keperluan pemungutan suara sudah lengkap bahkan sudah didistribusikan sejak beberapa hari lalu. Diantaranya bilik suara, segel, berbagai formulir, hingga perlengkapan protokol kesehatan lainnya.

“Tambahan item logistik hanya APD saja, dan itu sudah mulai didistribusikan. Kotak suara, bilik suara, form, tinta, dan lain sebagainya sudah didistribusikan,” lanjutnya.

Baca juga: Gubernur Banten: Tantangan Mengkombinasikan Pilkada dan Penanganan Covid-19

Dalam proses distribusinya sambung Ahmadi, KPU menerapkan standar yang ketat. Selain pengawalan aparat kepolisian, perlengkapan tersebut juga dikemas dengan rapat agar tidak rusak selama diperjalanan. Apalagi saat ini sedang memasuki musim hujan. Dia juga memastikan, ketersediaan tempat penyimpanan dimasing-masing kecamatan dianggap telah memadai.

“Strategi pendistribusian di musim hujan, kami tentu berkoordinasi dengan semua pihak mengingat cuaca tidak bisa diprediksi. Kalau pun nanti dikirim, kami akan kirim dengan rapih dan rapat jika dengan bak terbuka,” tutup mantan jurnalis media cetak itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00