FOKUS: #PILKADA 2020

2.178 Calon KPPS di Pandeglang Diduga Terafiliasi dengan Salah Satu Paslon

JRDP juga menemukan adanya grup WhatsApp komunitas RT/RW yang beberapa kali mengunggah bahan kampanye salah satu Paslon (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: Sebanyak 2.178 calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang direkrut untuk kepentingan Pilkada Pandeglang 2020, diduga terafiliasi dengan salah satu Pasangan Calon (Paslon).

Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Banten mencatat, dari hasil penelusurannya di 30 kecamatan, ditemukan 827 calon anggota KPPS berprofesi sebagai perangkat desa, 716 orang sebagai RT dan RW, 381 calon dari BPD, dan 254 lainnya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga: Bawaslu Pandeglang Tindak 1.307 Pelanggaran APK

“Meski tidak ada aturan yang melarang profesi tersebut mendaftarkan diri menjadi KPPS, namun kategori profesi itu memiliki konflik kepentingan dengan salah satu pasangan. Dengan begitu dikhawatirkan dapat mengganggu kemandirian KPPS dalam melaksanakan tugas,” ujar Koordinator Umum JRDP, Ade Bukhori Akbar kepada awak media, Selasa (24/11/2020).

Dugaan JRDP semakin kuat, sebab mereka menemukan adanya Grup WhatsApp komunitas RT/RW, yang beberapa kali mengunggah sejumlah bahan kampanye serta menyebarkannya. Hal itu dipandang JRDP, sebagai bentuk politik praktis yang berkelindan dengan salah satu peserta Pilkada.

“Hal itu patut kita duga bahwa mereka melakukan politik praktis dalam pemenangan salah satu Paslon,” sambungnya.

Baca juga: DPT Pilkada Pandeglang Sebanyak 904.782 Pemilih

Koordinator Pemantau JRDP Pandeglang, Febri Setiadi menambahkan, pihaknya merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempertimbangkan penetapan calon anggota KPPS yang dimaksud. JRDP menyarankan KPU untuk menggantinya dengan menggaet dan bekerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan atau lembaga profesi guna memenuhi kekurangan SDM tersebut. Mengingat ketentuan itu sudah diatur dalam Keputusan KPU RI Nomor 476 Tahun 2020.

“Kami juga mendesak Bawaslu untuk melakukan penelusuran rekam jejak terhadap calon-calon KPPS yang menjadi temuan JRDP dan dilakukan klarifikasi kepada masing-masing yang bersangkutan,” pesannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00