FOKUS: #PILKADA 2020

395 TPS di Pandeglang Kesulitan Jangkau Jaringan Internet

Ratusan TPS yang terkendala sinyal itu tersebar di 15 kecamatan, sebagian besar di wilayah selatan. (Ilustrasi)

KBRN, Pandeglang: Sebanyak 17,61 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Pandeglang, terkendala jaringan internet. Jumlah itu setara dengan 395 dari total 2.243 TPS pada Pilkada Pandeglang 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Karsono membeberkan, ratusan TPS yang terkendala sinyal itu tersebar di 15 kecamatan, sebagian besar di wilayah selatan.

“Rata-rata TPS itu mengalami susah sinyal, bahkan tak sedikit yang tidak terjangkau sinyal sama sekali,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Karsono menjelaskan, kesulitan sinyal itu dikhawatirkan akan mengganggu proses penghitungan suara melalui aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Akan tetapi, kendala itu dinilai tidak akan mengganggu proses pencoblosan dan penghitungan suara secara signifikan.

“Karena berdasarkan keputusan bersama dari pusat, karena rekapitulasi dari tingkat TPS hingga PPK dan kabupaten, tetap menggunakan manual. Tapi aplikasi Sirekap tetap digunakan sebagai alat bantu,” sambungnya.

Walau begitu, Bawaslu sudah merekomendasikan KPU untuk mengantisipasi keterbatasan jaringan internet tersebut supaya tidak mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Rekomendasi Bawaslu sudah disampaikan ke Bawaslu RI. Kami sudah meminta KPU untuk mengatasi kendala tersebut,” jelas Karsono.

Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi mengakui adanya TPS yang sulit menjangkau jaringan internet. Namun dia menyebut, temuan KPU hanya sebanyak 67 TPS yang tidak ada sinyal sama sekali atau blank spot.

“Kalau dikami berdasarkan pemetaan dari PPS dan PPK, ada 67 yang memang sinyalnya blank,” ujarnya.

Ahmadi menyebut, beberapa daerah yang terkendala jaringan itu seperti Sumur, Cimanggu, Cibitung, Mekarjaya, dan Koroncong. “Sebenarnya di Pandeglang orang banyak tahu bahwa ada daerah yang masih terpencil jadi susah sinyal,” terang Ahmadi.

Ahmadi menuturkan, persoalan itu sudah disampaikan ke KPU Banten dan RI. Sementara solusi yang akan dilakukan, yakni dengan menyarankan KPPS secepat mungkin mengirimkan data hasil perolehan suara dari titik yang sudah terjangkau internet.

“Jadi nanti KPPS mengirim data hasil penghitungan dari lokasi lain yang ada sinyalnya. Dan rata-rata tiap desa kan ada wifi, jadi bisa memanfaatkan hal itu,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00