Sepi Peminat, Pilkada Pandeglang Krisis KPPS

Pendaftaran KPPS di Pandeglang belum memenuhi kuota (Ilustrasi foto: Antara/Basri Marzuki)

KBRN, Pandeglang: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pandeglang tahun 2020, dibayang-bayangi krisis Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Soalnya, sampai batas akhir pendaftaran KPPS tanggal 13 Oktober 2020, hanya ada 14.387 pendaftar.

Sementara berdasarkan perhitungan KPU, Pilkada kali ini membutuhkan 20.187 petugas KPPS untuk ditempatkan di 2.243 TPS. Masing-masing TPS diisi oleh 7 petugas KPPS dan dua orang petugas ketertiban dari Linmas.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Pandeglang Nunung Nurazizah mengatakan, dari jumlah 14.387 yang saat ini sudah terdaftar tercatat sebanyak 9.386 laki-laki dan 5.001 perempuan.

Artinya, untuk bisa terpenuhinya jumlah TPS sebanyak 2.243 maka masih dibutuhkan 5.800 petugas lagi."Hampir di seluruh kecamatan dalam perekrutan PPS di masing-masing TPS-nya belum terpenuhi. Jadi dilakukan perpanjangan," Nunung Nurazizah, Kamis (15/10/2020).

Akibat sepinya peminat KPPS tersebut, KPU terpaksa memeprpanjang masa pendaftaran hingga 18 Oktober 2020.

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja'i menuturkan, apabila sampai batas waktu perpanjangan KPPS belum juga terpenuhi, maka KPU akan melakukan bekerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan atau lembaga profesi dalam pengusulan calon KPPS.

"Apabila dalam proses terbuka tidak ada peserta yang mendaftar KPPS atau tidak memenuhi ketentuan yang dibutuhkan, maka PPS melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melaporkan kepada KPU agar bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi, atau lembaga profesi untuk penentuan rekrutmen calon KPPS," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00