Survei Terbaru CISA: Elektabilitas AHY Menguat, Bersaing Ketat dengan Ganjar dan Anies

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (demokrat.or.id)

KBRN, Jakarta: Lembaga survei Centre For Indonesia Strategic Action (CISA) mengumumkan hasil penilikan terbarunya mengenai elektabilitas tokoh yang kuat sebagai Calon Presiden (Capres) tahun 2024 mendatang.

Dari hasil survei itu, tiga tokoh menunjukkan elektabilitas yang cukup tinggi dibanding nama-nama lain yang juga digadang-gadang menjadi Capres pada Pemilu mendatang.

Tiga nama yang bersaing ketat itu yakni Ganjar Pranowo dengan 16,92%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 16,83%, dan Anies Baswedan 16,75%. Raihan elektabilitas mereka melesat meninggalkan tokoh-tokoh yang kini duduk di Kabinet Indonesia Maju, seperti Prabowo Subianto yang berada diperingkat empat dengan 10,08%, Airlangga Hartarto 7,58%, maupun Sandiaga Uno yang hanya mendapat 5,08%.

Baca juga: Tiga Hasil Survei Elektabilitas Para Tokoh

Sementara tokoh lain di luar Kabinet Indonesia Maju yang masuk survei CISA ada Ridwan Kamil dengan 5,92% dan Muhaimin Iskandar 5%. Sementara Puan Maharani hanya memperoleh 3,67%.

Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa menyebutkan bahwa elektabilitas Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono semakin hari semakin moncer.

“Di posisi ke-2, masih dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terus menunjukkan konsistensi kenaikan elektabilitasnya dengan meraup 16,83 persen,” tulis Herry, Jumat (3/9/2021).

Elektabilitas AHY kali ini bahkan lebih tinggi dibanding survei serupa CISA tiga bulan lalu. Kala itu elektabilitas AHY mencapai 15,51% dan melampaui elektabilitas partainya sebesar 13,22%. Hal itu menempatkan AHY sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi ke-2 setelah Anies Baswedan (19,2%).

Baca juga: Lima Parpol Elektabilitas Tertinggi Versi Puspoll Indonesia

Moncernya elektabilitas AHY, berbanding lurus dengan ikut melejitnya elektabilitas Partai Demokrat yang juga berada diposisi kedua.

“Kenaikan elektabilitas juga membuat Partai Demokrat konsisten di peringkat ke-2 dan meraih 18,75%. Hal yang sama juga menguatkan kembali Partai Golkar di posisi ke-3 yang meraup 14,25% serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 10,67%,” tegas Herry.

Pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk “terkunci” pada angka elektabilitas tertentu.

“Politik masih bergerak dinamis karena itu angka elektabilitas masih bisa berubah-ubah. Apalagi, lembaga-lembaga survei berbeda-beda dalam melakukan sampling, mengumpulkan data dan menarik analisa. Jangan terpaku pada angka elektabilitas, lebih baik cermati trennya,” ungkap Adi.

Baca juga: Duet Prabowo-Puan Paling Mungkin Diwujudkan di 2024

Ia mengakui bahwa tren elektabilitas Partai Demokrat dan Ketum AHY memang sedang tinggi. “Mereka diuntungkan oleh clear victory dalam kasus upaya kudeta kepemimpinan PD, baik secara politik maupun hukum,” cetus Adi.

Adapun survei CISA kali ini dilakukan pada 27-31 Agustus 2021 dengan total 1.200 responden. Responden itu tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung.

Pengambilan sampel dilakukan dilakukan secara acak. Sementara itu, margin of error survei ini 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00