Usai Dua Kali Juara Dunia, Rizki Junainsyah Dilirik Provinsi Lain

Rizki Junainsyah, lifter muda Indonesia asal Kota Serang yang mencatatkan rekor di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022, Heraklion Yunani, Kamis (5/5/2022) malam lalu. (Istimewa)

KBRN, Serang: Rizki Junainsyah sukses mengharumkan nama Indonesia melalui Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022, yang digelar di Heraklion Yunani, Kamis (5/5/2022) malam lalu.

Soalnya dikejuaran itu, dia tidak hanya keluar sebagai juara pertama, tapi juga menorehkan rekor baru sekaligus mempertajam rekor dunia atas namanya sendiri yang direbutnya di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Tashkent, Uzbekistan tahun 2021 lalu.

Atlet asal Kota Serang, Banten itu dua kali berturut-turut menjadi juara dunia di kelas 73kg untuk 3 jenis angkatan, yaitu snacht, clean and jerk serta total angkatan.

Baca juga: Lifter Asal Serang Kembali Pecahkan Rekor Dunia

Namun ternyata anak pasangan Muhammad Yasin dan Yeni Rohaeni ini masih mengeluhkan sarana atau tempat latihan di Banten yang dinilai belum layak.

Sang ayah, M. Yasin menuturkan bahwa prestasi yang diraih putranya bukan dengan cara instan.

"Rizki latihan dari usia 9 tahun, mulai dari melihat kakaknya latihan sampai akhirnya serius saya tangani. Banyak yang harus dikorbankan, selain masa kecil dan remaja hingga pendidikannya demi mencapai prestasi seperti sekarang ini," papar Yasin.

Baca juga: Lifter Banten Pecahkan Rekor Dunia di Kejuaraan IWF

Rizki dilatih di sasana milik keluarga Yasin di kawasan Komplek Pemda, Cipocok Jaya, Kota Serang. Di tempat latihan sederhana berukuran 3 x 15 meter ini Rizki ditempa Yasin tiap pagi dan sore.

Prestasi Rizki yang terus meroket sejak turun di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) hingga event-event lainnya diakui Yasin ditopang perbaikan sarana bantuan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Banten serta KONI Banten.

"Namun kalau sekarang ukurannya sebagai juara dunia Junior serta cita-cita meraih medali di Olimpiade, maka sarana yang ada di Banten jauh dari layak. Kita masih harus latihan di Jakarta, milik PABSI Pusat," sambungnya.

Baca juga: Kalahkan Angkatan Juara Olimpiade, Lifter Rizki Tambah 1 Emas untuk Banten

Karena itu, Yasin berharap ada perhatian lebih dari Pemprov Banten, terutama terkait sarana dan prasarana latihan angkat besi. Dijelaskan Yasin, ketersediaan sarana yang mumpuni tak hanya untuk mendukung prestasi putranya pribadi.

"Saya juga ingin menciptakan rizki-rizki lainnya. Salah satu tantangannya adalah kembali ke persoalan sarana dan prasarana, " tuturnya.

Yasin berharap, perhatian pihak berwenang bisa menenangkan atlet-atlet untuk latihan demi berprestasi untuk daerahnya. Atlet tidak dibebankan lagi dengan pikiran macam-macam, termasuk untuk pindah ke daerah lain yang bisa memberi sarana terbaik dan kesejahteraan yang lebih bagus.

“Jujur saja, beberapa daerah sudah mulai merayu agar Rizki mau pindah," pungkas Yasin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar