Sempat Pecahkan Rekor Nasional, Rajiah Harus Puas Raih Perak

Atlet Banten, Rajiah Sallsabillah berhasil mencapai waktu 08.843 detik di lane B dalam perlombaan Speed klasik tim Mix di Venue Panjat Tebing SP-2 Mimika (PB PON XX Papua/Aripin)

KBRN, Timika: Atlet panjat tebing putri Banten Rajiah harus puas dengan raihan perak di nomor Speed World Record PON XX Papua. Bertanding di final, Jumat (1/10/2021), di Mimika Sport Centre SP2, Rajiah kalah atas lawannya Desak Made Rita dari Bali.

Sebenarnya Rajiah favorit juara di nomor ini. Terbukti selama penyisihan hingga semifinal, catatan waktunya selalu nomor wahid. Bahkan, di semifinal saat berhadapan dengan atlet Jawa Timur, Rajiah memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. Rekor nasional atas namanya yang 7.21 detik dipecahkan Rajiah dengan waktu 6.74 detik.

Baca juga: Tundukkan Lampung, Tim Baseball Banten Melenggang ke Semifinal

Sayang, di final, ada sedikit kesalahan yang dilakukan atlet andalan asal Kota Tangerang ini yang membuatnya tertinggal dari lawan.

"Pijakan kaki kanan saya kurang pas sehingga badan saya ikut terbuang dan gagal meraih pijakan tangan," terang Rajiah, usai pertandingan.

Ia juga membantah bahwa kakinya terpeleset akibat venue yang licin karena selama 2 hari diguyur hujan. Menurutnya, panitia selalu membersihkan papan dan pijakan setiap lomba akan dimulai. Hingga tak ada alasan kalau masih ada pijakan yang basah.

"Jadi bukan karena licin atau basah. Tapi memang kurang pas saja pijakan kaki saya. Satu sisi saya sedih tapi tetap bersyukur karena masih naik podium," ujarnya lagi.

Baca juga: Saskia Rachma Sukses Sumbang Medali Pertama untuk Banten

Di cabor panjat tebing, Banten menyisakan satu lagi atlet putra atas nama Alamsyah Cahya Cakradiningrat yang akan turun di semifinal, Minggu (3/10/2021).

"Saat ini, target kita masuk final dulu deh. Alamsyah ada di posisi 5. Mudah-mudahan bisa bertahan atau bahkan naik. Sebab hanya ada 6 peserta yang melaju ke final nanti," terang pelatih panjat tebing Banten, Rizal Swargana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00