Tingginya Kunjungan Wisatawan ke Pandeglang Belum Diimbangi Optimalisasi Peningkatan Ekonomi

Wisatawan memadati objek pemandian Cikoromoy pada libur lebaran Idulfitri 1443 Hijriah. (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Kunjungan wisatawan ke Pandeglang pada libur lebaran Idulfitri tahun 2022 meningkat drastis. Tercatat selama satu pekan, ada 472.082 wisatawan ke Pandeglang. Jumlah ini bahkan melampaui rekapitulasi kunjungan wisatawan selama bulan Juni 2019 lalu yang hanya 377.618 kunjungan. Padahal saat itu libur lebaran Idulfitri jatuh dibulan Juni.

Akan tetapi, tingginya jumlah kunjungan pelancong itu dinilai belum diimbangi dengan peningkatan ekonomi masyarakat secara umum. Padahal potensi untuk meraup pendapatan dari tingkat kunjungan itu sangat besar.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Melebihi Target 1.2 Juta, Pandeglang Paling Diminati

“Kalau jumlah kunjungan wisatawan bisa mencapai 400 ribu, masalahnya ini membelanjakan semua tidak? Kalau mereka bisa membelanjakan uangnya ke pelaku usaha wisata, ini kan luar biasa perputaran uangnya,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, Kamis (12/5/2022).

“Sekarang dibalikkan, dari 400 ribu itu, apakah mereka juga membelanjakan itu yang menjadi pemasukan pelaku usaha atau Ekraf (ekonomi kreatif)? Itu juga nanti berapa persen yang masuk PAD? Itu mestinya juga dibaca, bukan hanya sebagai angka kuantiti, tapi kualitasnya juga,” sambung dia.

Baca juga: Wisatawan Diimbau Perhatikan Rambu dan Arahan Petugas saat Berenang di Pantai

Widi menyarankan Pemerintah Daerah untuk  mengoptimalkan peluang tersebut. Sebab sejauh ini banyak wisatawan yang kesulitan mencari makanan maupun kerajinan khas Pandeglang sebagai buah tangan. Dia juga menilai tata kelola pariwisata di Pandeglang belum berjalan baik.

“Kedepannya kalau Pandeglang mau semakin membaik, Pandeglang banyak dikunjungi orang luar, sebaiknya Pandeglang fokus membuat klaster atau destinasi ungulan supaya setiap tahun ada sesuatu yang baru. Kedua, tata kelola maupun sentral kuliner atau pusat oleh-oleh boleh dibilang agak susah dan terbatas. Ini sebetulnya peluang yang baik,” bebernya.

Baca juga: PHRI Minta Pemkab Pandeglang "Rawat" Investor

Oleh karenanya Widi mengingatkan pemerintah untuk lebih serius mengelola pariwisata daerah. Otoritas terkait harus bersinergi dalam memetakan kawasan mana yang menjadi potensi besar.

“Kalau mau membangun destinasi, itu ada kefokusan dari lintas sektor, harus dikeroyok. Jangan kesannya masing-masing. Sebab Pemkab targetnya meningkakan penyerapan tenaga kerja, perputaran ekonomi, dan PAD. Sekarang PR-nya bagaimana mencari sumber PAD itu,” cetusnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar