UMK Pandeglang 2022 Diusulkan Tak Naik, Ini Alasannya

Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, Sukari. (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pandeglang untuk tahun 2022 diperkirakan tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengusulkan nilai UMK tahun depan sama dengan tahun 2021, yakni sebesar Rp2.8 Juta.

Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang, Sukari menjabarkan, usulan itu ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Dasar penghitungannya formulasi dari Kemenaker atas dasar ekonomi dan ketenagakerjaan. Itu ada di PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan,” jelasnya, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Sah! UMK Pandeglang Tahun 2020 Sebesar Rp2,758,909

Namun begitu, Sukari mengakui bahwa usulan itu tidak melibatkan Dewan Pengupahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya karena Disnakertrans tidak memiliki anggaran untuk Dewan Pengupahan. Akibatnya, usulan UMK tahun depan tidak menampung aspirasi dari buruh maupun unsur pengusaha.

“Jadi forum itu tidak terselenggarakan secara formal. Memang biasanya, kalau kumpul dengan mereka (Dewan Pengupahan, red) harus disediakan transport, honor, dan sebagainya. Sementara di kita tahun ini tidak ada anggarannya. Jadi itungannya langsung dari data-data ketenagakerjaan, laju pertumbuhan ekonomi, dan inflasi yang ada,” beber Sukari.

Baca juga: Tuntut Kenaikan UMK, Buruh di Cilegon Blokir Jalan Menuju Kawasan Industri Krakatau Steel

Ia menambahkan, usulan itu kini sudah dilayangkan ke Gubernur Banten untuk disahkan. Nantinya gubernur lah yang akan memutuskan, apakah UMK Pandeglang tahun 2022 tetap atau ada kenaikan.

“Kami sudah usulkan sejak tanggal 23 November ke Gubernur Banten. Tapi permasalahannya nanti tetap, naik atau turun ada di gubernur kewenangannya. Jadi nanti hasilnya bisa saja berbeda. Seperti tahun kemarin kami mengusulkan sekitar Rp2,7 juta. Tapi ternyata gubernur menaikkan tiga persen jadi Rp2,8 juta. Jadi peluang naiknya masih ada,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar