Alokasi Bankeunya Dipangkas Rp15 Miliar, Pemkab Pandeglang "Galau"

Ilustrasi. Pemprov Banten memotong alokasi Bankeu bagi Pandeglang menjadi Rp25 miliar. (Freepik)

KBRN, Pandeglang: Alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Pandeglang akhirnya betul-betul dipangkas setelah desas-desusnya santer terdengar sejak bulan lalu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang menjadi “donatur”, memangkas alokasi tersebut hingga Rp15 miliar. Angka yang cukup besar bagi Pandeglang yang sedang mengalami keterbatasan anggaran.

Semula Bankeu bagi Pandeglang ditetapkan sebesar Rp40 miliar. Namun karena alasan keterbatasan anggaran, nilainya mengerucut menjadi Rp25 miliar.

Baca juga: Keterbatasan Anggaran, Alasan Gubernur WH Potong Bankeu Pandeglang

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Setda Pandeglang, Ramadhani tidak dapat menutup kekesalannya atas kebijakan tersebut. Soalnya bukan hanya nilai, tapi juga momentum pemangkasan itu dianggap tidak tepat.

“Lelang yang sudah berjalan tidak bisa diputus. Posisi saat ini bukan lelang lagi, sudah pekerjaan bahkan mengambil uang muka. Ini telatnya dari provinsi, bukannya dari kemarin-kemarin dipotongnya. Tahapan sudah dilalui, enggak tahunya dipotong jadi Rp25 miliar. Kan babak belur,” keluhnya, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: 96 Persen Bankeu Pandeglang 2021 Untuk Bangun Jalan dan Jembatan

Dia menuturkan, akibat pemangkasan itu, Pemkab harus kembali melakukan penyesuaian anggaran demi mengganti bantuan keuangan yang dipotong. Bahkan belanja-belanja di instansi lain pun akan menjadi sasaran untuk dirasionalisasi agar bisa disisihkan untuk menanggulangi kekurangan anggaran pembangunan yang bersumber dari bantuan keuangan.

“Kondisi saat ini sudah terkontrak tuil. Bahkan sudah ada beberapa kegiatan yang sudah mengambil uang muka untuk memulai pekerjaan. Ya berarti mau tidak mau belanja yang lain, kita sisihkan untuk menutupi pengurangan Bankeu,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00