Dompet Dhuafa dan Ponpes Ilmu Al Quran Kembangkan Zakat Produktif Berbasis Pesantren

Dompet Dhuafa Bersama Ponpes Ilmu Al Quran Kolaborasi Dalam mengembangkan Zakat Produktif Berbasis Pesantren. (Dok. Dompet Dhuafa)

KBRN, Lebak: Pandemi Covid-19 yang panjang membuat ketahanan pangan berbasis masyarakat pesantren menjadi konsen besar yang harus terus dibangun.

Oleh karenanya, Dompet Dhuafa melalui PT. Duta Danadyaksa Teknologi (DD Tekno) membangun sinergi bersama Pondok Pesantren Ilmu Al Quran di desa Selaraja, Kecamatan Warung Gunung, Lebak , Banten melalui pengembangan zakat produktif dan perkebunan berbasis pesantren.

Lewat program ini, Dompet Dhuafa tidak hanya dalam membina petani-petani disekitar Ponpes, namun juga turut menjadi pembelajaran bagi para santri untuk mengelola lahan pertanian di luas lahan 2,5 hektare. Di lahan tersebut, ditanam pohon jeruk yang terdiri atas empat varietas yaitu Jeruk Purut, Jeruk Limo, Jeruk Nipis, dan Jeruk Lemon. Selain itu juga ada beberapa tanaman buah lain seperti Alpukat jenis Aligator dan Durian khas Banten.

Baca juga: Lewat “Bidan Untuk Negeri”, Dompet Dhuafa Siap Utuskan Bidan di Daerah Pelosok

Dompet Dhuafa telah melakukan riset komoditas yang paling untuk ditanam dilahan tersebut. Tidak berhenti di sana, pendampingan akan berlanjut sampai dengan penyaluran penjualan. Santri yang menjadi kader binaan Dompet Dhuafa diharapkan dapat membangkitkan kemandirian pondok pesantren mereka.

"Tujuan utama dari program ini bukan hanya penyerahan lahan tetapi diharapkan pondok pesantren ini dapat mandiri menopang operasional pondok pesantren. Ketika sudah tercapai kita akan kelola dana ini akan untuk pondok pesantren lainnya," terang CEO PT. Danadyaksa Teknologi (DD Tekno) Iskandar Syamsi kepada RRI, Jumat (18/6/2021).

Pimpinan Pondok Pesantren Ilmu Al Qur'an, KH. Nur Wahyudi berharap program itu dapat membangkitkan kemandirian Ponpes tidak hanya di Ilmu Al Qur'an tetapi mampu mengajak pondok pesantren lain menuju kepada kemandirian. Pondok Pesantren Ilmu Al Qur'an akan menggandeng Ponpes lain untuk mengembangkan program ini.

“Program ini semoga dapat meningkatkan kemandirian seluruh pondok pesantren, nantinya kami akan mengajak pondok pesantren lainnya untuk mengembangkan program ini. Ini sangat bagus untuk memberdayakan santri yang ada agar memiliki kemampuan dari pengelolaan tanaman sampai ilmu marketing,” jelasnya.

Baca juga: Dompet Dhuafa Luncurkan Sentra Ternak Pengembangan Dana Zakat

Nantinya Ponpes tidak hanya bermanfaat dari segi ilmu, akan tetapi juga produk mandiri dari santri bisa bersaing di pasaran. Ini adalah kemanfaatan yang diharapkan oleh semua pihak dalam kegiatan tersebut, tidak hanya dari DD Tekno tetapi juga dari Pondok Pesantren Ilmu Al Qur'an.

General Manager Pemberdayaan dan Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa, Suheng Sri Widodo selaku menambahkan, program ini adalah bentuk pemberdayaan dari pengelolaan dana zakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa.

Setiap ribuan pohon yang ditanam nantinya akan diberi penanggungjawab ke santri pondok pesantren dan diberikan pengetahuan terkait perawatan hingga peningkatan kualitas panen. Tidak hanya kuantitas dari panen, akan tetapi kualitas buah yang akan dipanen menjadi perhatian dari program pembinaan ini.

Baca juga: Dompet Dhuafa “Razia” Puluhan Balita dan Ibu Hamil di Kota Serang

Riset mengenai pemilihan komoditas juga tidak luput dari program pendampingan. Setelah produk pertanian para santri sudah mulai tumbuh, pendampingan masuk ketahap lebih lanjut yaitu bagaimana mendapatkan market yang baik dipasaran. Ini menjadi penting karena perputaran dana wakaf akan terlihat nyata pada fase ini.

"Pendampingan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan santri guna membentuk kemandirian dari pondok pesantren maupun santri itu sendiri. Nantinya jangka panjang akan diperluas lagi pondok pesantren yang akan mendapatkan pendamping dalam bentuk beragam mengikuti kondisi disetiap wilayah. Semoga program ini akan berkembang dan terus berkelanjutan," pungkas Suheng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar