Penerapan Pajak Kekayaan bagi Orang Superkaya Dinilai Jadi Solusi Pulihkan Ekonomi

Ilustrasi pajak. (Pexels)

KBRN, Jakarta: Pemerintah dinilai perlu menggali potensi pendapatan lain dari sektor pajak, untuk menambal kekurangan anggaran akibat pandemi Covid-19. Salah satu cara yang bisa diterapkan, yakni dengan memberlakukan pajak kekayaan atau wealth tax kepada miliarder.

Wealth tax sebenarnya bukanlah hal yang baru namun semakin menemukan relevansinya di tengah pandemi. Organisasi internasional seperti OECD dan IMF mendukung penerapan ide ini.

Bahkan ide wealth tax juga didukung oleh kalangan miliarder di negara maju dan berkembang yang tergabung dalam organisasi Millionaires for Humanity.

Baca juga:  Realisasi Lima Objek Pajak di Pandeglang Tahun 2019 Meleset Dari Target

Di Indonesia, strategi ini mendapat dukungan dari masyarakat. Hal itu setidaknya tercermin dari survei yang dilakukan Glocalities dan Millionaires for Humanity yang melibatkan 1051 masyarakat sebagai responden.

Hasilnya, sebanyak 79 persen responden mendukung penerapan wealth tax di Indonesia dimana orang yang memiliki lebih dari Rp140 miliar rupiah harus membayar pajak tahunan tambahan sebesar 1 persen.

Baca juga: Rumah yang Tak Taat Pajak Akan Ditempeli Stiker Khusus

“Responden meyakini wealth tax penting untuk membantu mendanai pemulihan ekonomi dan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Hanya 4 persen responden yang menolak gagasan tersebut. Hasil polling ini menegaskan dukungan yang tinggi terhadap kebijakan redistribusi kekayaan melalui penerapan wealth tax,” ujar Direktur Riset Glocalities, Martijn Lampert dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (28/4/2021).

Selanjutnya : Sebagai tambahan dana untuk memberi bantuan selama pandemi

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar