Sejumlah Masyarakat Pandeglang Enggan Divaksin

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Ahmad Subaidi/Antara)

KRBN, Pandeglang: Sejumlah masyarakat di Kabupaten Pandeglang mengaku menolak untuk mengikuti program vaksinasi. Meski pemerintah Provinsi Banten mewajibkan warganya untuk divaksin, namun mereka tetap menolak dengan berbagai alasan.

Seperti yang diungkapkan pedagang baju di Plaza Pasar Badak Pandeglang, Dede. Dia mengaku menolak divaksin lantaran banyaknya ketidakjelasan mengenai vaksin. Alasannya karena informasi di pemberitaan dan media sosial yang banyak menyebut bahaya vaksin. Apalagi hingga kini pemerintah juga belum menyosialisasikan secara langsung.

Baca juga: Vaksin untuk Pandeglang Diprediksi Tiba Bulan Februari

"Kalau sejauh ini belum ada sosialisai ke pasar sini tuh, paling lihat di medsos-medsos saja. Kalau itu (divaksin) belum tahu. Karena, kan belum tahu juga kandungannya apa. Sekarang saja masih pro kontra takut juga sebetulnya, tidak pasti juga karena ahli saja masih ada yang bilang bahwa vaksin ini tidak baik," ucap Dede, Selasa (19/1/2021).

Salah seorang karyawan toko ponsel, Ervika Fadilah juga mengutarakan hal yang sama. Dia merasa cemas dengan belum pastinya manfaat dari vaksinasi. Bahkan, apabila Pemda mewajibkan masyarakat untuk divaksin, ia bersikukuh akan tetap menolak.

"Tidak mau. Takut karena belum tahu juga manfaatnya itu apa. Enggak mau juga karena takut, masih meragukan vaksin itu," ucap Ervika.

Baca juga: Ini Kelompok dan Usia yang Pertama Kali Divaksin di Pandeglang

Senada disampaikan Aji. Ia malah mengaku rela membayar denda daripada mengikuti program wajib vaksin yang ditetapkan pemerintah.

"Tidak siap, karena yang pertama itu vaksinnya itu tidak tahu darimananya walaupun sudah teruji tapi kan tetap saja tidak tahu. Takutnya bahaya. Ya paling denda aja. Lebih baik bayar denda," kata Aji.

Aji kemudian membandingkan perilaku masyarakat yang tetap berkeliaran di tempat-tempat keramaian tanpa masker. Namun mereka masih dalam kondisi sehat.

"Sekarang saja banyak yang tidak pakai masker tapi aman-aman saja. Vaksinnya belum jelas menurut saya," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00