Nasib Asosiasi Talas Beneng, Dikukuhkan dan Dibubarkan Distan

KBRN, Pandeglang: Kepengurusan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben) Kabupaten Pandeglang harus berakhir diawal tahun 2021. Padahal asosiasi tersebut baru berusia seumur jagung, karena baru dikukuhkan pada Oktober 2020 lalu oleh Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang.

Kepengurusan Asputaben pun harus dibubarkan setelah Distan mencabut Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Asputaben Periode 2020-2023. Namun pencabutan SK itu dianggap sepihak. Soalnya pengurus Asputaben menilai, pembubaran asosiasi sarat kepentingan.

Ketua Asputaben, Ardi Maulana mengaku tak habis pikir dengan kebijakan tersebut. Padahal selama ini perjalanan organisasi tidak ditemui kendala. Terlebih dia menjelaskan, Asputaben memiliki peran besar dalam mempromosikan talas beneng sebagai tanaman khas dan olahan pangan berkualitas asli Pandeglang.

Baca juga: Talas Beneng Pandeglang Diminati Pasar Internasional

“Padahal selama ini peran Asputaben cukup besar dalam memasarkan Talas Beneng hingga kini dikenal diberbagai daerah sebagai tanaman dan olahan asli dari Pandeglang. Perkembangan talas beneng ini sudah hampir seluruh Indonesia, misalkan di Lampung, Palembang, Medan, dan banyak orang-orang melihat potensinya dan bisa meningkatkan ekonomi,” katanya, Selasa (19/1/2021).

Ardi membeberkan, percikan kekisruhan mulai tumbuh sejak bulan November 2020. Kala itu dirinya diundang rapat oleh anggota lainnya. Namun yang dibahas adalah evaluasi. Padahal kepengurusan baru berjalan satu bulan.

Lebih mengherankan, surat undangan yang tersebar ditandatangani oleh Wakil Ketua dan Sekretaris dengan mengubah alamat sekretariat di kop surat tanpa sepengetahuannya.

“Setelah saya ikut rapat, saya disodorkan oleh seseorang sebuah surat pernyataan untuk mengundurkan diri sebagai ketua. Tapi tidak saya tandatangani," terangnya.

Baca juga: Kemarau Panjang, KTNA Ingatkan Petani Hemat Air

Puncaknya saat Dinas Pertanian mengundangnya untuk mengikuti rapat tanpa kisi-kisi pembahasan. Di tengah rapat baru diketahui adanya pembahasan mengenai pencabutan SK.

“Saya diundang hari ini oleh Distan, tidak tahu mau membahas apa. Tapi setelah rapat dimulai, ada pembahasan pencabutan SK Asputaben yang sebelumnya ditandatangani oleh Kepala Distan. Kami tidak tahu permasalahannya seperti apa, sedangkan selama ini berjalan lancar dan tidak ada kendala,” jelasnya.

Kepala Distan Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi beralasan, pembubaran Asputaben dikarenakan kurang optimalnya pengelolaan tanaman asli Pandeglang tersebut dan tidak memiliki badan hukum. Dengan begitu, kata dia, kepengurusan yang ada harus diubah demi kebaikan dan keberlangsungan pasar Talas Beneng.

"Oleh karena itu kami melakukan penguatan kelembagaan maka disepakatilah kami mendorong untuk para pelaku usaha dari hulu sampai hilir karena dari regulasinya baik dari undang-undang dan peraturan Kementerian Pertanian namanya asosiasi. Asosiasi itu tidak lain kelembagaan petani yang hanya untuk mengurus komoditas sejenis yaitu Talas Beneng," tandasnya.

Baca juga: Dana Desa Permudah Usaha Pertanian Warga Desa Kadu Bale

Budi menampik bila pembubaran itu disisipi intervensi. Soalnya wacana pembubaran Asputaben disepakati oleh sebagian besar anggota. Sebagai gantinya, Distan kemudian mendukung pembentukan Perkumpulan Talas Beneng Indonesia (Pertabenindo).

“Tidak ada, semuanya diusulkan kepada kami. Kami memutuskan berdasarkan hasil musyawarah. Diperjalanan, ternyata teman-teman sudah memproses berbadan hukum. Karena namanya tidak boleh asosiasi, ternyata menjadi Perkumpulan Talas Beneng Indonesia,” ujar Budi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00