Kuota PTSL di Pandeglang Kategori Partisipasi Masyarakat Hanya Terserap 50 Persen

KBRN, Pandeglang: Kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bagi Kabupaten Pandeglang sebanyak 22 ribu sertifikat pada tahun 2020 tidak mampu diserap dengan maksimal.

Sejatinya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi PTSL tahun lalu sebesar 22 ribu yang dibagi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 12 ribu untuk Partisipasi Masyarakat (PM). Namun begitu, kuota Partisipasi Masyarakat hanya bisa diserap hampir setengahnya.

Kepala BPN Pandeglang, Suraji mengatakan, dari jumlah 12 ribu yang diperuntukan bagi partisipasi masyarakat, pihaknya hanya mampu merealisasikan sebanyak 5.950 bidang tanah. Persoalannya, karena banyak terjadi perselisihan antara pemilik yang mengaku sebagai ahli waris.

Baca juga: Terkendala Covid-19, Pembagian PTSL Kota Serang Tak Capai Target

"Yang menjadi permasalahan itu target di PM karena dari target di 12 ribu itu terealisasi 5.950. Kenapa yang lain tidak terealisasi? Karena partisipasi masyarakat banyak yang alasannya bervariatif, ada yang tanah warisan. Memang sudah didaftarkan tapi tidak mau dibagi itu tanahnya jadi tidak dibuatkan," ucapnya, Kamis (14/1/2021).

Adapun sertifikat yang sudah tercetak, pihaknya masih menyisakan sebanyak 1.500 sertifikat yang belum diserahkan oleh masyarakat. Padahal, pihaknya menargetkan pada Desember 2020 lalu seluruh sertifikat yang sudah dicetak bisa terealisasikan seluruhnya. Akan tetapi, tertundanya pembagian itu karena beberapa alasan.

"Dimana dalam penyerahan sertifikat harus diterima langsung oleh penerima tidak boleh di wakilkan. Baik oleh Kepala Desa, kalau ada yang diwakilkan itu harus memanggil penerimanya itu atau datangi langsung ke rumah masing-masing,” bebernya.

Baca juga: Target Tahun Lalu Meleset, Kuota PTSL Bagi Pandeglang Tahun 2020 Berkurang

“Harusnya pada Desember 2020 lalu pembagian seluruh sertifikat sudah selesai. Tapi masih ada 1.500 sertifikat yang belum diterima oleh masyarakat. Tapi itu sudah jadi tinggal penyerahan saja," tandasnya.

Tahun lalu, Pandeglang mendapat jatah 57.900 sertifikat PTSL. Akan tetapi karena terjadi pandemi Covid-19, pemerintah pusat memangkasnya menjadi 22 ribu. kuota sebanyak itu diserahkan kepada 57 desa yang ada di 10 kecamatan meliputi, Kecamatan Bojong, Pulosari, Mandalawangi, Saketi, Menes, Sobang, Cadasari, Labuan, Carita dan Cisata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00