Pekerja Migran Ilegal Indonesia Diperkirakan Capai 5 Juta Orang

KBRN, Serang: Pekerja migran Ilegal asal Indoensia diperkirakan jumlahnya mencapai 5  juta  orang lebih. Dari catatan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, PMI yang terdata hanya sekitar 3.7 juta orang. Sedangkan Bank Dunia mencatat ada sekitar 9 juta warga Indoensia yang bekerja di luar negeri.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indoensia Republik Indoensia Beny Ramdhani di Serang mengakui banyaknya pekerja migran di ilegal disebabkan belum memahami prosedur keberangkatan bekerja di luar negeri. Akibatnya tak sedikit dari mereka akhirnya bermasalah sebelum, sesaat atau setelah berada di Negara tujuan."Tapi persoalannya kalau kami tidak punya data, siapa yang kami dilindungi. Kami baru tahu dan harus melakukan perlindungan terhadap mereka ketika mereka melaporkan ke KBRI," ujar Benny.

Benny mengaku banyaknya pekerja migran ilegal asal Indoensia menjadi tantangan bagi BP2MI. Disatu sisi pihaknya berkomitmen untuk memberantas praktek pemberangkatan PMI Ilegal, sementara disisi lain sebagian warga di Indonesia memilih jalan pintas untuk bisa bekerja di luar negeri."Sebanyak 3.7 juta adalah para pekerja yang tercatat secara resmi, yang bisa dicatat adalah yang berangkat secara resmi. Sedangkan yang ilegal yang berangkat oleh sindikat otomatis tidak mungkin terdata okeh negara atau tercatat di data kami," tegas Benny.

Oleh sebab itu, Benny mendorong pemerintah daerah agar terus memberikan pemahaman kepada warganya yang berniat menjadi PMI di luar negeri. Dengan begitu mereka secara sadar akan mendaftar melalui badan resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah."Makanya kami berharap kerjasama dari pemerintah daerah untuk terus memberikan pendidikan informasi ke masyarakat, utamanya bagi calon pekerja migran ini," terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi proivnsi Banten, Alhamidi mengakui pihaknya terus bersinergi dengan UPT BP2MI Serang dalam membantu pengawasan dan perlindungan PMI asal Banten. Meski diakui dalam beberapa pihaknya sulit membantu pertolongan terhadap PMI Ilegal."Jangan sampai mereka menipu data, jangan sampai mereka ingin dilindungi tapi mereka sendiri tidak melindungi pribadinya," ucapnya.

Alhamidi merinci mayoritas Pekerja Migran asal Banten bekerja di sejumlah negara di Timur Tengah. Sebagian dari mereka banyak yang berkerja sebagai asisten rumah tangga dan pengasuh bayi dan lansia."Banyaknya di Timur Tengah, tapi ada juga di sejumlah Negara di Asean," papar Alhamidi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00