BBWSC3 Rampungkan Normalisasi Situ Palayangan Setelah Tujuh Tahun Alami Sedimentasi

KBRN, Lebak: Pekerjaan normalisasi Situ Palayangan di Jalan Raya Rangkasbitung-Leuwidamar, tepatnya di Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, sudah rampung.

Kini wajah situ yang memiliki luas areal 7,15 hektar tersebut sudah lebih baik dibanding sebelumnya yang dipenuhi sedimentasi akibat pembuangan limbah penambangan galian C. Jika tidak ada aral melintang, Situ Palayangan akan dioperasikan akhir tahun ini.

PPK Danau, Situ, dan Embung Satker Pembangunan Bendungan pada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Arif Budi Santoso memaparkan, terakhir kali situ tersebut dinormalisasi tahun 2013 silam akibat sedimentasi yang memprihatinkan.

Baca juga: Keindahan dan Kesegaran Curug Rame, Gratis Bro!

“Rehabilitasi ini dilakukan dengan tujuan untuk pemenuhan irigasi. Karena di sini ada sekitar 175 hektare area sawah. Karena sudah lama tidak diperbaiki, akhirnya tahun 2020 kami realisasikan untuk direhab. Luas genangannya sekitar 5,68 hektare dan memiliki daya tampung air potensial hingga 50 ribu meter kubik,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, keberadaan Situ Palayangan nantinya tidak hanya untuk menjadi sumber air bagi sawah petani dan cadangan air saat kemarau, namun juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.

“Selain itu ini bisa menjadi potensi wisata karena letaknya di jalur menuju kawasan baduy sehingga bisa jadi transit bagi wisatawan,” imbuhnya.

Baca juga: Desa Teluk Labuan, Kawasan Pantai Paling Kotor

Seorang tokoh masyarakat setempat, Dedi Setiawan mengamini rencana tersebut. Apalagi kini mulai banyak warga yang melirik untuk membuka usaha disekitar lokasi. Situ Palayangan diharapkan bisa ikut meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Selain untuk irigasi, bisa dimanfaatkan juga untuk rekreasi, tempat singgah pariwisata yang ke arah baduy. Bisa mampir ke sini. Jadi wisata alternatif. Sekarang dirasakan ada pemandangan dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan berdirinya warung-warung kecil,” jelasnya.

Dedi menceritakan, wajah Situ Palayangan saat ini berbanding terbalik dengan sebelumnya. Sebab sejak tahun 2013, situ yang biasa mengairi sawah di Kampung Cirende, Kecamatan Kalanganyar itu dipenuhi rawa dan diperparah dengan tingginya sedimentasi.

“Dulu setahu saya, di sini bukan danau. Jadi banyak rumput-rumputnya. Namun setelah dikelola balai, nampaknya keliatan lebih indah. Apalagi ke depannya ada perencanaan mau dibangun jembatan,” kenangnya.

Baca juga: Tinton Soeprapto Tertarik Bangun Sirkuit Kelas Dunia di Pandeglang

Sementara Project Manager PT. Benteng Bangun Sejahtera, yang menjadi kontraktor normalisasi, M. Dori Revaliana menyebut, selama proses normalisasi, pihaknya menghasilkan 105 ribu kubik tanah. hasil sedimentasi. Situ itu dilengkapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 281 meter yang memiliki lebar 1,5 meter untuk jalur pedestrian. Serta memasang Bronjong sepanjang 290 meter.

“Untuk pekerjaan di situ ini ada bronjong, TPT, galian situ sekitar 105 ribu kubik dengan angkutan 67 ribu. Jadi mayor itemnya penggalian tanah dan angkutan situ. Minornya bronjong dan TPT. Kami juga bangun jalan inspeksi 550 meter, bentangan 5 meter,” ucapnya merinci.

“Kontrak pekerjaan dimulai 20 April-15 November 2020. Tapi kami sudah selesaikan dalam waktu 4,5 bulan. Saat ini pekerjaan sudah selesai, kami tinggal menunggu proses PHO dan administrasi,” tandas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00