Jelang Musim Hujan, BBWSC3 Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dipimpin Kepala BBWSC3, Saroni Soegiarto (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: Balai Besar Wilayah Cidanau, Ciujung, dan Cidurian (BBWSC3) menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana. Apel itu dilakukan untuk merespons potensi bencana yang akan terjadi di wilayah Provinsi Banten. Terlebih musim hujan segera datang yang disertai fenomena La Nina.

Apel siaga yang digelar di Kantor BBWSC3 Pandeglang itu juga melibatkan sejumlah instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, Senin (19/10/2020).

Kepala BBWSC3, Saroni Soegiarto menjelaskan, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana paling tinggi di Indonesia. Mengingat 13 jenis bencana ada di bumi jawara.

“Dari 13 jenis bencana itu, yang paling dominan adalah bencana banjir, longsor, dan banjir bandang,” sebutnya.

Baca juga: Banten Diimbau Waspada Banjir, Puting Beliung, Petir

Oleh karena itu, kata Saroni, perlu dibangun koordinasi lintas instansi sebagai persiapan penanggulangan kejadian bencana di Banten. Apalagi saat ini sudah mulai dihadapkan musim penghujan sehingga perlu kesiagaan ekstra untuk mengurangi dampak bencana.

“Koordinasi ini harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah serta masyarakat yang berpotensi terdampak, harus diberikan peringatan dini apabila kita telah membaca tanda-tanda kejadian bencana,” bebernya.

Adapun untuk mendukung kesiapsiagaan bencana, BBWSC3 menyiagakan sejumlah peralatan berat seperti excavator sebanyak enam unit, enam unit kendaraan alat angkut, sebuah kapal keruk atau dredger, serta dua unit mesin perahu.

Baca juga: Belasan Alat Deteksi Tsunami di Pandeglang Hilang

“Kita kan tidak tahu bencana terjadi kapan dan bentuknya apa, untuk itu kita harus siap sedia semua. Mulai dari peralatan alat berat, alat angkut. Kalau tidak siap kan repot, yang jadi korban masyarakat,” terangnya.

Selanjutnya : Kesiapan Lintas Instansi

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00