Rusak Dihantam Tsunami, Pulau Badul Akan Ditanami Ribuan Terumbu Karang

KBRN, Pandeglang: Perairan disekitar Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, akan kembali ditanami terumbu karang. Sebelumnya, terumbu karang di pulau yang berbatasan dengan Samudera Hindia itu rusak akibat dihantam gelombang tsunami pada tahun 2018 lalu.

Saat ini, terumbu karang itu tengah dipersiapkan oleh komunitas Sobong Terpadu Sumbangsih (Sumur Bangkit Sinar Harapan) bersama Berkah Jangkar Samani (BJS). Rencananya, penanaman terumbu karang itu akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2020, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Beberapa hari kemudian, gerakan yang sama akan diselenggarakan di Pulau Liwungan di Kecamatan Panimbang dalam rangka peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2020.

Manajer Sobong Terpadu Sumbangsih, Nurwarta Wiguna menyatakan, gerakan menanam terumbu karang itu bermula ketika sejumlah komunitas peduli lingkungan di Kecamatan Sumur, seperti Paniis Lestari, Kompilasi, BJS, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sumur dan Anak Pantai Cipanon, mengadakan pertemuan untuk menggagas gerakan menanam di dasar laut.

Wacana kegiatan itu kemudian didukung oleh berbagai perkumpulan, baik perkumpulan social seperti Boedak Saung hingga kalangan jurnalis.

“Alhamdulillah, sampai saat ini banyak komunitas, lembaga, institusi peduli lingkungan di Provinsi Banten dan luar Banten yang mendukung kegiatan ini,” katanya, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, Gerakan Menanam di Dasar Laut digagas sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi terumbu karang, terutama yang ada di Pulau Badul, Kecamatan Sumur akibat dampak dari Tsunami Selat Sunda 22 Desembert 2018 lalu.

“Sebelum tsunami, kondisi terumbu karangnya sangat bagus dan indah. Bahkan, Pulau Badul menjadi primadona kunjungan wisata, baik nusantara maupun luar negeri,” paparnya.

Sementara di Pulau Liwungan, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang sekitar tahun 2016-2017 masih ada aktivitas menanam terumbu karang. Namun, saat ini menurut informasi, kegiatan penanaman terumbu karang di Pulau Liwungan sudah jarang dilakukan.

“Dengan peluncuran Gerakan Menanam di Dasar Laut yang akan dilaksanakan di Sumur dan Panimbang ini, diharapkan akan membangkitkan kembali semangat peduli lingkungan pada masyarakat. Selain itu, bisa mendukung daya tarik wisata berkunjung kedua daerah tersebut,” pungkasnya.

Sementara Ketua Boedak Saung, Mardiana Tirta Laksana mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif. Mengingat terumbu karang di perairan Kabupaten Pandeglang banyak yang hancur terdampak Tsunami Selat Sunda.

"Alhamdulilah ada yang menginisiasi kegiatan tersebut dan kami tentunya sangat mendukung. InsyaAllah kami juga akan ikut terlibat dalam kegiatan tersebut," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00