Berlakukan Rapid Test, Panitia MTQ Banten Ngaku Was-was

Suasana Rapid Test terhadap Panitia pelaksana, Dewan Hakim, peserta dan ofisial kafilah kabupaten/kota pada pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Provinsi Banten, Senin (10/8/2020).

KBRN, Serang: Panitia pelaksana, Dewan Hakim, peserta dan ofisial kafilah kabupaten/kota pada pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Provinsi Banten menjalani rapid test di aula Masjid Raya Albantani. 

Ketua Pelaksana MTQ XVI Provinsi Banten 2020 Sholeh Hidayat menjelaskan, rapid test akan diikuti sebanyak 1.100. Teknisnya secara bergantian berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan," jelas Sholeh saat persiapan, Senin (10/8/2020). 

Pelaksanaan rapid test ini, lanjut Sholeh, dalam rangka memenuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 pada pelaksanaan MTQ. "Rapid test berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banten. Ini adalah upaya dan ikhtiar kami agar MTQ berjalan sukses," ucap Sholeh. 

Sholeh memastikan, MTQ XVII pada 10-15 Agustus 2020 di Masjid Raya Albantani menggunakan protokol kesehatan. Antara lain setiap majelis hanya dihadiri Dewan Hakim, Panitra, peserta, dan ofisial kabupaten/kota.  "Kemudian, dicek suhu badan pada saat masuk pintu Masjid Raya Albantani, mencuci tangan, wajib memakai masker, menjaga jarak/physical distancing, tidak berjabatan tangan secara langsung, dilarang merokok di arena musabaqah, dan membawa alas di setiap perlombaan," jelasnya. 

Salah seorang panitia Amelia mengaku was-was saat mengikuti Rapid Test pada kegiatan MTQ kali ini. Karena sejauh ini baru saat ini mengikuti Rapid Tes selama virus ini muncul. "Terus terang kaget dan was-was ketika harus menjalani tes ini. Tapi Alhamdulillah akhirnya lega setelah hasilnya non reaktif," tukasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00