Dalam Empat Tahun, Kualitas Jalan Baik di Pandeglang Hanya Meningkat 24,58 Persen

Ilustrasi jalan di Pandeglang yang masih rusak (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Kualitas jalan di Kabupaten Pandeglang selama empat tahun belakangan ini hanya mengalami peningkatan sebesar 24,58 persen. Tahun 2015 silam, panjang jalan di Pandeglang tergolong baik hanya sekitar 210,47 kilometer atau 29,11 persen.

Namun saat ini jalan di Pandeglang yang berkategori tercatat sebesar 53,69 persen atau sepanjang 388,2 kilometer dari total panjang jalan kewenangan Pemkab Pandeglang yang memiliki panjang 723,03 kilometer.

Sementara berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, hingga akhir tahun 2019 lalu, jalan dengan kategori sedang di Pandeglang sudah mencapai 128,85 kilometer atau 17,82 persen. Lalu jalan kategori rusak, menyisakan 84,32 kilometer lagi atau sebesar 11,66 persen.

Kemudian jalan yang termasuk rusak berat, tercatat sepanjang 121,66 kilometer atau sebesar 16,83 persen. Artinya hingga kini masih ada 205,98 kilometer jalan di Pandeglang yang masih membutuhkan perbaikan.

Kepala DPUPR Pandeglang, Asep Rahmat menjelaskan, pihaknya menargetkan jalan rusak yang belum teratasi sepanjang 205,98 kilometer itu rampung dalam empat tahun kedepan.

Dijelaskannya, tahun ini DPUPR belum bisa melakukan perbaikan jalan walaupun sudah hampir semua kecamatan di Pandeglang telah mengajukan untuk diperbaiki.

"Hal itu diakibatkan anggaran yang sudah disiapkan, terpaksa dilakukan pergeseran untuk kebutuhan dana penanggulangan Covid-19," kata Asep, Selasa (21/7/2020).

DPUPR Pandeglang memperkirakan, butuh anggaran sekitar Rp556 miliar untuk merampungkan jalan rusak di Kabupaten Pandeglang.

"Mudah-mudahan jangka 3-4 tahun sisa jalan rusak di Kabupaten Pandeglang bisa rampung. Itu akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp556 miliar, misalnya, jalan hotmix 30 persen, anggarannya Rp62 miliar terus beton 60 persen anggaran Rp494 miliar," jelasnya.

Ia berharap, setelah pandemi Covid-19 pihaknya bisa segera melakukan perbaikan jalan agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Apalagi di wilayah yang memiliki potensi hasil bumi yang melimpah guna membantu perekonomian masyarakat.

"Jalan-jalan dipelosok Pandeglang yang paling penting, masyarakat butuh jalan bagus untuk membawa hasil buminya. Kalau jalan bagus kan hasil penjualan hasil bumi juga bisa stabil. Kalau jalan rusak petani harus mengeluarkan uang lebih banyak," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar