Rencana Right Issue Bank Banten Diamini Ketua Komisi III

KBRN, Serang: Bank Pembangunan Daerah Banten (BPD) Bank Banten berencana akan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue. Upaya ini ditempuh untuk  menyehatkan perusahaan plat merah pemprov tersebut. 

Apalagi sejauh ini Pemprov Banten selaku pemegang saham kendali tak kunjung memberikan sisa penyertaan modalnya kepada Bank Banten. Rencananya, sebanyak 400 miliar lembar saham akan dijual ke publik dengan harga 3 rupiah per lembarnya. 

Menanggapi rencana ini, Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembung Sumedi mengaku tidak mempersoalkan langkah yang akan ditempuh jajaran direksi Banten untuk melakukan right issue. Melalui cara ini diharapkan akan mampu menanggulangi kirisis permodalan yang dihadapi Bank Banten. 

"Bank Banten dipersilahkan berkreasi untuk sehat. Kalau selama ini berharap dari pemrpov masih perlu diperjelas lagi, tapi kalau Bank  Banten mau right issue sih setuju saja," kata Gembong, Jumat (12/1/2020).

Atas rencana itu, lanjut Gembong direksi melalui direktur utamanya sudah berkomunikasi pribadi. Dalam kesempatan itu Dirut memaparkan atas rencana yang akan dilakukan Bank Banten. 

"Secara remsinya memang belum, tapi melalui Dirutnya Bank Banten sudah komunikasi. DPRD setuju saja right issue," katanya. 

Melalui right issue, Gembong berharap penyertaan modal mencapai Rl1.2 Trilyun dari penjualan saham mampu dipenuhi. Meski diakui progres untuk itu akan dilakukan secara bertahap oleh jajaran direksi dan komisaris perseroan. 

"Saham yang dijual itu saham Pemrpov melalui BGD dari aset yang ada dihitung dan dijual. Targetnya Rp1.2 Trilyun, meski begitu prosesnya  bertahap, pertama sekitar Rp500 milyar," terang Gembong. (NJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00