Motif Ekonomi Jadi Alasan Pelanggar Truck ODOL di Cilegon

KBRN, Cilegon : Motif ekonomi atau ongkos jalan untuk pengiriman barang agar lebih murah, menjadi alasan para pelanggar kendaraan truk overdimension dan overload (ODOL) di wilayah hukum Polres Cilegon. Pasalnya, dengan menambah dimensi kendaraan truck, ongkos pengiriman akan lebih murah karena barang yang di kirim akan lebih banyak. 

Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Cilegon AKP Ali Rahman mengatakan, faktor ekonomi, dan desakan permintaan pemilik barang, menjadi alasan bagi para pelanggar truck ODOL di Kota Cilegon.

"Itu karena motif ekonomi. Jadi mereka (sopir) mengangkut barang, entah (pemilik barang dan perusahaan pengangkut) ada kontrak atau MOU, pemilik barang minta ngangkut sesuai yang diminta. Dan transporter tidak bisa berbuat banyak. Mereka biasanya mensiasati ke sopir, ongkos jalannya diminimalisir," ujar Ali ditemui di kantornya, Kamis (23/1/2020).

Dikatakan Kasatlantas, selain untuk mengurangi ongkos jalan,  pelanggaran ODOL juga untuk mengejar pengiriman cepat. Sehingga dengan begitu, pengiriman barang tidak pelru dua kali pengiriman, hanya cukup dengan satu kali pengiriman. Yang diharapkan dapat menekan biaya pengiriman.

"Alasannya mengejar ritase, BBM-nya cepat sampai tujuan. Kalau bicara standar, bahasa mereka (sopir), tidak menutup biaya/ongkos jalannya," tuturnya

Kasatlantas mengaku, penegakan aturan truk ODOL terus dilakukan pihaknya di wilayah hukum Cilegon sebagaimana menegakan undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana kepada yang melanggar akan tetap ditindak sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau kemarin itu di Bojonegara, kebanyakan yang over dimensi. Rata-rata yang melanggar over dimensi dan over load, penindakan kita lakukan dengan kasat mata.  Kalau overload, itu dibuktikan dengan timbangan. Memang kita belum punya portable, tapi kita melihat kesesuaian surat-surat mereka juga. Yang melanggar, bisa SIM atau STNK kita tahan," paparnya. 

Ksatlantas mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir sedikitnya terdapat  84 kendaraan truk yang ditindak Satlantas Polres Cilegon karena pelanggaran Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Dalam sanski penindakan pelanggaran (tilang) yang dikenakan, sopir truk banyak melanggar ODOL karena alasan untuk menekan ongkos jalan.

"Selama bulan Desember 2019 tercatat 33 truk melanggar karena ODOL. Sementara hingga Januari 2020 ini, truk ODOL yang melanggar tercatat sebanyak 51 kendaraan truck," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00