BWJ akan Gelar Event Akulturasi Budaya Lintas Negara

KBRN, Serang: Banten West Java (BWJ) dijadwalkan akan menggelar kegiatan akulturasi budaya antar Negara pada tahun ini. Bahkan puluhan Negara dijadwalkan akan diundang khusus untuk mengenang kembali hubungan yang pernah terjalin dengan kejayaan Banten di masa lampau. 

"Kami telah membuat satu event tahun lalu yakni Festival Tanjung Lesung yang melibatkan peserta dari sejumlah Negara. Tahun ini ada empat event dengan topik berbeda. Nantinya event ini dibagi menjadi tiga bulanan," kata management event Banten West Java, Hanrina, Senin (20/1/2020). 

Even ini digelar, kata Hanrina untuk   membuat tema akulturasi budaya Negara asing  yang pernah berada di Banten. Tujuannya untuk membuka perhatian dari berbagai pihak asing yang berhubungan dengan Banten. 

"Dari data kami paling tidak ada 13 Negara yang terkait langsung dan pernah berhubungan dengan Banten seperti diantaranya Inggris, Belanda, Denmark, China, India dan Arab. Tapi dari data Banten Heritage ternyata ada sekitar 22 negara yang tercatat pernah bersinggungan dengan Banten," katanya. 

Untuk pertama kalinya nanti, Hanrina menambahkan pihaknya akan mengundang Negara Portugal melalui Duta Besarnya di Indoensia. Ini juga dalam rangka mengenang momentum 500 tahun pembuatan monumen friendship dengan negara Portugal. 

"Selain pariwisata, tentu akan juga dikenalkan budaya dari masing-masing. Karena tamu kedutaan akan dibawa keliling ke sejumlah tempat bersejarah di masa kejayaan Banten," imbuhnya. 

Kepala Dinas Pariwisata provinsi Banten, Eneng Nurcahyati mengapresiasi atas rencana BWJ yang akan menggelar event tersebut. Melalui kegiatan itu diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kunjungan ke Banten. 

"Tidak hanya mendatangkan Dubes tertentu, tapi harus mempu mendorong peningkatan kunjungan Wisman ke Banten. Karenanya event ini harus dimatangkan di melibatkan semua pihak," kata Eneng. 

Bahkan, Eneng menyarankan agar BWJ membuat pemetaan dari segi lokasi Negara dengan tujuan agar para Dubes ini mampu menjadi penyebar informasi tentang pariwisata dan kebudayaan asli Banten. 

"Jadi bisa melalui negara ASEAN dulu atau Negara yang dianggap memiliki kedekatan nilai sejarahnya dengan Banten. Sehingga mereka akan menyampaikan itu ke Negara lain," tegas Eneng. (NJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00