Dompet Dhuafa Dirikan "Pos Hangat" di Lokasi Banjir Bandang Lebak

KBRN, Lebak : Lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa (DD) mendirikan Pos Hangat yang diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak.

Pos Hangat ini melayani kebutuhan logistik bagi pengungsi. Selain itu makanan balita dan MP ASI juga akan menjadi perhatian. 

"Pos hangat akan dibuka sampai suasana kondusif," ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Mokhlas Pidono, Kamis (2/1/2020).

Dia menuturkan, Pos Hangat juga berfungsi sebagai tempat melayani masyarakat yang mengirimkan bantuan maupun donasi untuk korban bencana banjir bandang di Lebak.

"Pos Hangat DD beralamat di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Mengingat Kecamatan Cipanas menjadi daerah terparah dilanda banjir bandang," sambungnya.

Bukan cuma itu, merespons bencana di awal tahun 2020 tersebut, DD juga menerjunkan tujuh orang tim untuk membantu kebutuhan darurat masyarakat korban bencana dan memberikan penanganan pertama psikologi bagi korban gempa (PFA) terutama bagi anak-anak. 

Menurut salah satu tim respon Dompet Dhuafa Banten, Tirta Rahayu Ningsih, sejumlah daerah terdampak cukup parah, bahkan beberapa lokasi masih belum bisa di akses sehingga bantuan terhambat. 

"Info dari warga, daerah yang terparah masih belum bisa diakses karena jembatan terputus dan aliran sungai sangat deras, sementara kami fokus bantu pengungsi" ujarnya.

Banjir bandang menerjang Kabuapten Lebak pada Rabu (1/1/2020) pagi. Banjir tersebut disebabkan setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lebak sejak Selasa (31/12/2019) malam. Akibatnya tiga sungai yang berada di kawasan tersebut, Sungai Cibeurang, Cimangenteung dan Cimaur meluap.

Banjir bandang yang melanda kawasan Lebak Selatan, menggenangi enam kecamatan meliputi Kecamatan Cipanas Lebak Gedong, Sajira, Curugbitung, Maja, dan Cimarga.

Akibat bencana tersebut, BPBD setempat mencatat ada 135 rumah mengalami rusak berat, 185 rusak ringan dan 1.447 rumah terendam banjir yang terdapat di 17 desa dari 6 kecamatan di 30 titik bencana banjir bandang.

Data sementara, banjir juga mengakibatkan lima orang tewas dan dua orang masih dalam pencarian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00