Desa Citalahab Tingkatkan Sarana Air Bersih

KBRN, Pandeglang : Tersedianya air bersih yang cukup bagi kebutuhan hidup sehari hari adalah suatu hal yang sangat penting. Akan tetapi ketersediaan air bersih untuk beberapa tahun belakangan ini tidak lah mudah.

Pertumbuhan penduduk maupun perubahan iklim yang terjadi, menjadi dua diantara penyebab berkurangnya pasokan air bersih.

Menyadari akan pentingnya air bersih, Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, kini mulai memfokuskan pembangunannya pada sektor penyediaan air bersih. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mencapai 1,200 dan jumlah penduduk sebanyak 4,434 jiwa, tentu saja ketersediaan air menjadi suatu keharusan.

Belum lagi untuk menunjang usaha warganya. Sebab, sebagian penduduk Desa Citalahab menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sebanyak 224 orang warga desa ini, merupakan pekerja yang bergerak dijenis usaha tani, meliputi petani, buruh tani, dan pemilik usaha tani.

Di desa ini, jumlah keluarga yang menggunakan sumur gali sebanyak 1,146 keluarga. Sisanya mengandalkan embung sebagai sumber utama memenuhi kebutuhan air. Meski semua keluarga dianggap sudah memiliki sumber air, namun pemerintah Desa Citalahab tetap memprioritaskan pembuatan sarana air bersih.

Pj Kepala Desa Citalahab, Utang Mukhtar mengatakan, alasannya pihaknya menyediakan sarana air bersih karena sifatnya penting dan dibutuhkan masyarakat. Dengan sarana air bersih itu, bisa dijadikan sebagai penyedia air ketika memasuki musim kemarau.

“Pembangunan yang lebih utama itu sarana air bersih. Itu sangat diperlukan terutama ketika memasuki musim kemarau. Sehingga hal itu yang kami prioritaskan, karena sifatnya emergency. Tahun 2019, Desa Citalahab membuat sedikitnya tiga sarana air bersih untuk warga ditiga kampung,” ujarnya, Jumat (6/12/2019).

Namun begitu, Utang memastikan bahwa sektor pembangunan lain tetap menjadi perhatian utama, khususnya terkait infrastruktur. Dari total pendapatan desa sebesar Rp1,2 miliar, 60 persennya atau sekitar Rp647 juta digunakan untuk pembangunan fisik.

“Selama tahun 2019, ada 12 titik yang kami bangun dengan Dana Desa, diantaranya MCK, sarana air bersih, pembangunan jalan dengan paving block, dan talut penahan tanah,” sambungnya.

Utang menjelaskan, pembangunan yang dikonsentrasikan itu, semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Soalnya, dengan infrastruktur yang baik, maka dapat meningkatkan perekonomian warga.

Terlebih, potensi yang ada di desanya bukan hanya bidang pertanian, namun juga ada disektor perkebunan dan kerajinan berupa anyaman.

Kebutuhan akan kemantapan kualitas infrastruktur, terutama jalan akan menjadi salah satu faktor utama dalam menggenjot perputaran ekonomi di Desa Citalahab. Terbukti, jenis usaha yang berkembang pada subsektor kerajinan, tahun ini nilai produksinya mencapai Rp48 juta. Lalu subsektor perdagangan besar total nilai produksi menyentuh diangka Rp22 juta.

Oleh karenanya Utang berharap, adanya berbagai pembangunan melalui kucuran Dana Desa, bisa semakin menstimulus warga supaya meningkatkan usahanya yang pada akhirnya berdampak pada taraf kesejahteraan keluarga.

“Semoga Dana Desa yang telah dialokasikan untuk bermacam-macam pembangunan maupun pemberdayaan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. (*ADV).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00