Diskomsantik Pandeglang “Roadshow” Bentuk Kelompok Informasi Masyarakat

KBRN, Pandeglang : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) mulai melakukan “roadshow” kesejumlah wilayah untuk menyosialisasikan dan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Tercatat ada 16 desa di 9 kecamatan yang menjadi sasaran Diskomsantik untuk menjalankan amanat dari pemerintah pusat tersebut.

Program itu sengaja diluncurkan sebagai bentuk transparansi publik khususnya mengenai penyampaian informasi pembangunan desa. Program tersebut merupakan tugas yang diamanatkan melalui Peraturan Menkominfo Nomor 8 tahun 2010 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Perdesaan.

"Kelompok itu dibentuk oleh masyarakat demi kepentingan penyampaian informasi kepada masyarakat," kata Kepala Diskomsantik Kabupaten Pandeglang Girgijantoro saat mengadakan Sosialisasi KIM sekaligus Memfasilitasi Pembentukan KIM di Kecamatan Cimanggu, Kamis (05/12/2019).

Dia mengaku saat ini instansinya masih melakukan sosialisasi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kelompok tersebut kepada masyarakat.

"Masih kami sosialisasikan. Mudah-mudahan dengan adanya kelompok itu nanti masyarakat bisa mengetahui apa saja pembangunan yang dilakukan di semua desa. Ini juga sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik," urainya.

Ia mengatakan, sebelumnya sosialisasi ini sudah dilangsungkan diempat kecamatan.

"Sebelumnya kami bentuk KIM di Cikeusik, Cibaliung, dan Cibitung. Hari ini Cimanggu, dengan demikian berarti sudah ada beberapa KIM yang dibentuk, minggu depan kita lanjutkan di Kecamatan Sukaresmi, Patia, Pagelaran, Bojong, dan Picung, "Tutupnya

Sementara Kepala Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, S. Rohman mengapresiasi upaya Diskomsantik yang mengadakan dan membentuk KIM. Namun menurutnya, demi lancarnya program tersebut, ia berharap harus disediakan pula penunjang,

"Kami butuh penunjang, seperti komunikasi internet yang memadai. Selama ini kami, desa bahkan masyarakat hanya mengandalkan wifi desa. Jadi mudah mudahan ada bantuan penunjang," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00