Dana Desa Gerakkan Roda Perekonomian Desa Pasir Awi

KBRN, Pandeglang : Desa Pasir Awi yang berada di Kecamatan Banjar, memiliki luas sekitar 283 hektar. Sebagian besar wilayahnya, terdiri atas lahan pertanian dan ditunjang pula dengan potensi perikanan air tawar.

Hal itu terlihat dari mayoritas lahannya yang berupa hutan produksi 16 hektar, hutan sekunder 18 hektar, dan hutan rakyat 11 hektar. Tak heran, sebagian besar masyarakatnya pun menekuni profesi sebagai pemilik usaha tani.

Berdasarkan pendataan terakhir dari pihak desa, jumlah penduduk di wilayah ini mencapai 1,494 jiwa, yang terdiri atas 954 penduduk laki-laki dan 542 jiwa merupakan penduduk perempuan. Jika ditotal, jumlah Kepala Keluarga di Desa Pasir Awi sebanyak 443 KK.

Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Desa Pasir Awi sangat bertumpu pada kebutuhan infrastruktur untuk menunjang perekonomian warganya.

Kebutuhan itu pun mulai terjawab. Sebab sejak program Dana Desa digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), roda perekonomian masyarakat ikut meningkat.

Hal itu tak lain karena sarana infrastruktur sebagai penunjang mengangkut hasil produksi alam warga, lebih mudah dilalui.

Manfaat dari Dana Desa itu setidaknya terlihat ditahun 2019. Pemerintahan Desa Pasir Awi, menyusun berbagai program peningkatan sarana dan pra sarana umum bagi ribuan masyarakatnya.

Kepala Desa Pasir Awi, Muhamad Rosyidi mengungkapkan, sebagian besar anggaran Dana Desa yang mencapai Rp700 juta, digelontorkan untuk membenahi infrastruktur jalan.

“Tahun ini kami fokuskan pada infrastruktur, karena kondisi jalan di desa kami kurang bagus.  Sehingga kami memutuskan membangun jalan berupa paving dari Kampung Pasir Awi menuju Kampung Babakan,” ujar Rosyidi, Selasa (3/12/2019).

Namun, kemajuan Desa Pasir Awi bukan cuma imbas dari adanya program Dana Desa. Akan tetapi, aktifnya keterlibatan masyarakat, memiliki peran tersendiri. Sebab, masyarakat ikut sumbangsih memberi gagasan demi kemajuan desa, sehingga pembangunan melalui Dana Desa lebih terarah.

“Anggaran Dana Desa kami dari pusat dapat Rp700 juta. Alhamdulillah dilaksanakan berdasarkan hasil musyarawah dengan masyarakat sehingga mengambil skala prioritas untuk membangun jalan,” bebernya.

Bukan Cuma itu, beberapa fasilitas lain pun di”mulus”kan melalui anggaran Dana Desa. Tahun 2019, Desa  Pasir Awi tidak hanya membangun jalan dengan paving blok, tetapi juga memperbaiki drainase, membangun MCK, hingga mempercantik tampilan kantor desa supaya warga yang membutuhkan pelayanan lebih nyaman.

“Di tahun 2019, kami membangun pagar kantor desa, paving blok kantor desa, drainase, dan membangun MCK. Bahkan kini kami juga sudah membangun dua unit posyandu,” sebut Rosyidi.

Upaya pemerintah desa membangun wilayahnya pun berbuah manis. Malah kini warga merasa pembangunan di Desa Pasir Awi lebih maju.

Hal itu dikemukakan seorang Tokoh Masyarakat, Haji Uci. Dirinya mengakui bahwa adanya Dana Desa memberi berbagai manfaat bagi warga. Kini pelayanan di Desa Pasir Awi lebih mudah dijangkau.

“Dana Desa banyak manfaatnya untuk jalan, roda ekonomi jadi meningkat. Selain jalan, Posyandu juga dibangun, dan kantor desa juga mulai ditata,” ucapnya tersenyum.

Haji Uci, bersama ribuan warga Desa Pasir Awi lainnya tentu berharap ditahun mendatang, pembangunan di tempat tinggalnya bisa lebih maju. Fasilitas yang bersinggungan dengan masyarakat semakin ditingkatnya. Hal itu semata-mata agar warga Desa Pasir Awi bisa hidup lebih sejahtera.

“Saya sih berharap, ya, semoga desa kami ini pembangunannya lebih baik. Kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi,” tutupnya penuh harap. (*ADV)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00